Ibadah Tutup Tahun di Gereja Paroki Bunut Berlangsung Khidmat dan Kondusif


Humas Polres Sanggau Ibadah Kebangkitan dalam rangka Perayaan Malam Tutup Tahun di Gereja Santa Maria Bunda Pengharapan Paroki Bunut, Kabupaten Sanggau, berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan pada Rabu malam, 31 Desember 2025.

Kegiatan ibadah yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan di Gereja Santa Maria Bunda Pengharapan, Komplek Sabang Merah, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dengan pengamanan terpadu dari unsur TNI-Polri dan pengamanan internal gereja.

Ibadah Kebangkitan Perayaan Malam Tutup Tahun dipimpin oleh Pastor Yadi, Pr., dengan mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema tersebut menjadi refleksi iman bagi umat Kristiani dalam menyongsong pergantian tahun dengan semangat kebersamaan dan pengharapan.

Sekitar 600 jemaat tampak hadir mengikuti rangkaian ibadah secara khidmat. Jemaat memadati area gereja sejak sore hari, sementara petugas pengamanan telah bersiaga di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran kegiatan.

Pengamanan kegiatan dipimpin oleh Kasubbagbinops Polres Sanggau selaku Perwira Pengendali Pengamanan (Padal Pam), AKP Sumarda’i. Dalam pelaksanaannya, pengamanan melibatkan 9 personel Polri, 4 personel Kodim 1204/Sanggau, serta 7 orang petugas pengamanan internal gereja.


Fokus pengamanan meliputi pengaturan arus keluar masuk jemaat, pengawasan lingkungan sekitar gereja, serta langkah-langkah pencegahan gangguan kamtibmas guna menjamin ibadah berlangsung dengan aman dan nyaman.

AKP Sumarda’i menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Sanggau dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang melaksanakan ibadah malam pergantian tahun.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar. Sinergi antara Polri, TNI, dan pengamanan internal gereja menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis tetap dikedepankan oleh personel pengamanan agar jemaat dapat beribadah dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap potensi gangguan keamanan.

Selama kegiatan berlangsung hingga ibadah selesai, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali. Pengamanan ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beribadah serta menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Postingan terkait: