Humas Polres Sanggau - Polres Sanggau terus memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., bersama Tim Lemdiklat Mabes Polri menyambangi masyarakat Lingkungan Semajau, RT 029, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (2/9/2026) sore.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di aula gereja Lingkungan Semajau. Selain membahas ancaman Karhutla, kegiatan juga menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat mengenai dampak kemarau panjang yang saat ini dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Sanggau.
Kapolres Sanggau hadir bersama Tim Lemdiklat Mabes Polri yang terdiri dari Iptu Regina Andrilla Setiawan, S.Tr.K., M.H., M.A., dan Iptu Dhea Gudtriwidya Ningrum, S.Tr.K., M.Sc. (Eng.). Kegiatan tersebut turut didampingi Kabagops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P., Kasat Lantas Iptu Andiet, S.H., Kasat Sabhara Iptu Bimo, Iptu Rikson, serta Ipda Dedi Siamtoro.
Turut hadir Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, S.H., Lurah Beringin Mahdiah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Beringin Bripka Agung Prasetyo, Ketua RT 006 Kadat Semajau Avrianus, serta sekitar 20 warga Lingkungan Semajau. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam mencegah kebakaran sejak dini.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolres Sanggau, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tim Lemdiklat Mabes Polri. Edukasi menitikberatkan pada bahaya Karhutla, dampaknya terhadap kesehatan, ketersediaan air bersih, aktivitas ekonomi, serta pentingnya langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama.
Dalam pemaparannya, tim edukasi menjelaskan bahwa dampak Karhutla tidak hanya berupa kabut asap. Kemarau panjang juga dapat memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Kondisi asap yang berkepanjangan pun berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan perlindungan diri ketika kualitas udara terdampak kabut asap. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan, disertai pengurangan aktivitas di luar rumah, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary mengatakan, pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat dan dilakukan sebelum api muncul. Menurutnya, kondisi kemarau panjang saat ini membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi karena kebakaran dapat dengan cepat berkembang apabila tidak segera ditangani.
“Yang paling penting adalah mencegah api sebelum terjadi. Kami mengajak masyarakat untuk saling menjaga dan mengingatkan, karena dampak Karhutla bukan hanya soal asap, tetapi juga menyentuh kesehatan, ketersediaan air dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Kapolres Sanggau juga menyinggung keberadaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan dengan Kearifan Lokal. Polri, kata dia, tetap menghargai ketentuan tersebut, namun kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang berdampak terhadap masyarakat menjadi pertimbangan penting agar pembukaan lahan dengan cara membakar untuk sementara ditunda.
“Kami memahami dan menghormati kearifan lokal masyarakat dalam mengelola lahan. Namun, melihat kondisi sekarang, ketika kemarau masih panjang dan kabut asap sudah mengganggu kesehatan serta perekonomian, kami mengimbau masyarakat untuk menunda kegiatan berladang dengan cara membakar sampai kondisi lebih aman,” katanya.
Polres Sanggau akan terus melaksanakan edukasi dan sosialisasi Karhutla secara masif di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Kapuas. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mencegah munculnya titik api, sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat dan seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan edukasi di Lingkungan Semajau berlangsung aman, tertib dan kondusif. Melalui komunikasi langsung dengan warga, Polres Sanggau berharap pesan pencegahan Karhutla semakin dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga potensi kebakaran dapat ditekan dan masyarakat tetap terlindungi dari dampak kemarau panjang serta kabut asap. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

