Polsek Entikong Rangkul Generasi Muda Lewat Minggu Kasih di Gereja Santo Markus


Humas Polres Sanggau - Personel Polsek Entikong melaksanakan kegiatan Minggu Kasih sekaligus pengamanan ibadah umat Nasrani di Gereja Katolik Santo Markus Stasi Peripin, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan yang humanis dengan masyarakat.

Kegiatan dipimpin Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, S.H., bersama sejumlah personel Polsek Entikong. Selain memastikan rangkaian ibadah berjalan aman dan tertib, kehadiran personel juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada umat yang hadir.

Personel Polsek Entikong mengikuti Misa Kudus yang dipimpin pemimpin umat, Bapak Topik. Pengamanan dilakukan sejak kegiatan berlangsung hingga selesai guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat yang sedang menjalankan ibadah.

Dalam kesempatan Minggu Kasih tersebut, Kapolsek Entikong memberikan perhatian khusus terhadap kalangan pelajar dan remaja. Ia mengingatkan agar para remaja tidak terlibat perkelahian antarpelajar maupun berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah dan lingkungan.

AKP Donny Sembiring mengajak para pelajar untuk mengisi masa muda dengan kegiatan positif serta fokus mempersiapkan masa depan. Menurutnya, pembentukan karakter sejak usia remaja sangat penting agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Jangan sampai masa depan mereka terganggu karena terlibat perkelahian atau tindakan yang merugikan. Kami mengajak para remaja untuk fokus belajar, membangun karakter dan mengembangkan potensi diri agar kelak menjadi generasi yang membanggakan,” ujarnya.

Kapolsek juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pengawasan dan memberikan pendampingan kepada anak-anak. Lingkungan keluarga dinilai memiliki peran mendasar dalam membentuk perilaku remaja sekaligus mengarahkan mereka agar mampu membedakan pergaulan dan aktivitas yang positif maupun berisiko.


“Pengawasan orang tua bukan berarti membatasi ruang gerak anak, tetapi memastikan mereka berada dalam lingkungan yang baik. Komunikasi antara orang tua dan anak harus terus dibangun agar berbagai persoalan dapat diketahui dan dicegah sejak dini,” katanya.

Selain pesan kepada generasi muda, personel Polsek Entikong menyampaikan informasi mengenai layanan Call Center Polri 110 kepada umat Nasrani. Layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan, pengaduan maupun meminta bantuan kepolisian apabila menghadapi situasi yang membutuhkan kehadiran petugas.

Kegiatan Minggu Kasih juga menjadi kesempatan bagi personel Polsek Entikong untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan membuka ruang bagi umat untuk menyampaikan saran, masukan maupun informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Komunikasi tersebut diharapkan memperkuat upaya bersama dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas.

AKP Donny Sembiring menegaskan bahwa kehadiran polisi di rumah ibadah bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi merupakan bagian dari pendekatan pelayanan yang mengedepankan komunikasi dan kemitraan.

“Kami ingin masyarakat melihat Polri sebagai sahabat sekaligus pelayan yang siap hadir ketika dibutuhkan. Keamanan akan lebih mudah diwujudkan apabila polisi dan masyarakat saling percaya dan bekerja sama,” tuturnya.

Melalui Minggu Kasih dan pengamanan ibadah, Polsek Entikong berkomitmen memperkuat silaturahmi, sinergi serta kepercayaan publik. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana ibadah yang aman dan nyaman sekaligus mendorong masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di wilayah Kecamatan Entikong. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: