Humas Polres Sanggau - Seorang warga berinisial MD alias MK ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat mencari ikan menggunakan senapan ikan di kawasan Riam Laverna, Jalan Sabang Merah II, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian secara intensif sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban diketahui merupakan warga Desa Tumbuk Pisang, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, dan selama berada di Kecamatan Kapuas tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Sutera, Kelurahan Bunut.
Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, SH, mengatakan kejadian bermula ketika korban bersama dua rekannya, Agus Santoso dan Budi, pergi ke Riam Laverna untuk mencari ikan dengan cara nyuluh atau ngayang menggunakan senapan ikan.
“Sebelumnya, sekitar pukul 18.00 WIB, saksi Agus Santoso menghubungi korban dan kemudian bersama Budi berangkat menuju Riam Laverna untuk mencari ikan. Sekitar pukul 18.30 WIB, ketiganya mulai melakukan aktivitas tersebut di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.
Menurut keterangan saksi, ketiganya kemudian berpindah ke bagian bawah jembatan Riam Laverna. Saat berada di lokasi tersebut, korban diketahui menyelam ke dalam sebuah lubang batu yang berada di aliran air untuk mencari ikan.
“Setelah korban menyelam ke dalam lubang batu, saksi menunggu cukup lama, tetapi korban tidak kunjung muncul ke permukaan. Agus Santoso bersama Budi kemudian berupaya mencari korban di sekitar lubang tempat korban menyelam, namun belum berhasil menemukannya,” jelasnya.
Karena pencarian secara mandiri tidak membuahkan hasil, Agus Santoso kemudian meminta bantuan warga sekitar bernama Jiben. Selanjutnya, warga berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan bantuan dalam proses pencarian korban.
Sekitar pukul 20.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sanggau, personel Polres Sanggau, Polsek Kapuas, dan Damkar Kabupaten Sanggau tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian terhadap korban.
Petugas melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat, termasuk area lubang batu yang diduga menjadi tempat korban menyelam. Kondisi medan yang berada di aliran riam menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian.
Upaya pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, karena kondisi di dalam lubang batu memiliki arus yang cukup deras, ditambah situasi malam hari yang gelap dan berisiko bagi keselamatan petugas, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali setelah kondisi memungkinkan.
“Pencarian dihentikan sementara dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim. Arus di dalam lubang cukup deras dan kondisi malam sangat gelap sehingga pencarian secara maksimal tidak memungkinkan. Setelah situasi lebih aman, pencarian kembali dilanjutkan,” kata Iptu Marianus.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga Jumat (4/9/2026) pagi. Setelah dilakukan upaya secara intensif oleh tim gabungan, korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB di sekitar lokasi kejadian.
Korban selanjutnya dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RSUD M.Th. Djaman Sanggau untuk penanganan lebih lanjut. Petugas juga melakukan pendataan serta koordinasi dengan pihak keluarga berkaitan dengan proses penanganan korban.
Iptu Marianus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di sungai, riam, maupun perairan yang memiliki arus deras, terlebih ketika harus menyelam di lokasi yang tidak diketahui kondisi kedalaman dan karakteristik bawah airnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di lokasi perairan yang berisiko. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama, terutama ketika kondisi arus deras dan jarak pandang terbatas,” pungkasnya. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

