Humas Polres Sanggau - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat desa. Sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran, Desa Belungai Dalam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Pembentukan MPA tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 08.30 WIB, bertempat di Balai Pertemuan Aula Desa Belungai Dalam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, dan penanganan awal apabila ditemukan indikasi kebakaran di wilayah desa.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 orang yang terdiri atas masyarakat, perangkat desa, anggota MPA, serta sejumlah undangan dari instansi dan pihak terkait. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Belungai Dalam Masrandi, Bhabinkamtibmas Desa Belungai Dalam Bripka Gusti Harbani Amri, Babinsa Kopda Puthut F.A., perwakilan Manggala Agni Heri Riyadi, UPT KPH Sanggau Barat Kamal, S.Hut., serta perwakilan PT SAP Haryanto.
Dalam pembentukan tersebut, sebanyak 30 orang masyarakat Desa Belungai Dalam ditetapkan sebagai anggota Masyarakat Peduli Api. Kelompok ini diharapkan menjadi kekuatan masyarakat yang memiliki kepedulian, kesiapan, dan kemampuan untuk membantu mencegah maupun menangani kebakaran hutan dan lahan bersama unsur terkait.
Pelaksanaan kegiatan dirancang selama dua hari dengan agenda pemberian materi dan simulasi penanganan serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Melalui pembekalan tersebut, para anggota MPA diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai langkah pencegahan, pengenalan potensi kebakaran, penggunaan peralatan pemadaman, hingga mekanisme pelaporan apabila menemukan titik api.
Perwakilan UPT KPH Sanggau Barat, Kamal, S.Hut., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kelompok MPA di Desa Belungai Dalam. Ia berharap keberadaan kelompok tersebut dapat memperkuat kemampuan penanganan karhutla di lapangan, terutama melalui keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Belungai Dalam Bripka Gusti Harbani Amri menjelaskan bahwa Polsek Toba selama ini telah melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan karhutla. Upaya tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi bersama pemerintah desa, TNI, instansi kehutanan, perusahaan, dan masyarakat.
Menurutnya, pembentukan MPA harus diikuti dengan peningkatan kemampuan serta koordinasi lintas sektor agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi potensi kebakaran. Kesiapan personel juga perlu didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sehingga upaya pencegahan maupun penanganan awal dapat berjalan efektif.
Kepala Desa Belungai Dalam, Masrandi, mengingatkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan yang pernah terjadi beberapa waktu lalu telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pencegahan karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, melainkan harus dipersiapkan melalui langkah antisipasi dan kepedulian bersama sejak dini.
Ia juga menekankan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Kebijakan pemerintah, dukungan instansi terkait, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan harus berjalan beriringan agar ancaman karhutla dapat ditekan.
Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembentukan Masyarakat Peduli Api merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pencegahan karhutla berbasis masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga desa sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi unsur pertama yang mengetahui apabila muncul tanda-tanda kebakaran.
“Pencegahan karhutla harus dimulai dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Kami dari Polsek Toba sangat mendukung pembentukan MPA ini karena keberadaannya dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan warga, mulai dari mengenali potensi kebakaran, melakukan deteksi dini, hingga segera melaporkan apabila ditemukan titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas,” tegasnya.
Kapolsek Toba juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan serta berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas perekonomian warga. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengutamakan cara pembukaan lahan yang aman dan tidak menimbulkan pencemaran maupun kerusakan lingkungan.
Selain meningkatkan kemampuan anggota MPA, Kapolsek menilai dukungan sarana dan prasarana menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla. Karena itu, diperlukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak-pihak berkompeten agar kebutuhan peralatan dan fasilitas pendukung dapat menjadi perhatian bersama.
Melalui pembentukan MPA di Desa Belungai Dalam, Polsek Toba berharap terbangun kesadaran masyarakat yang lebih kuat dalam menjaga lingkungan sekaligus mempercepat koordinasi apabila ditemukan potensi kebakaran.
Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, Manggala Agni, UPT KPH, pihak perusahaan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan terbentuknya 30 anggota Masyarakat Peduli Api serta pelaksanaan pembekalan materi dan simulasi selama dua hari, Desa Belungai Dalam diharapkan semakin siap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Polsek Toba mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama demi menjaga kelestarian alam, melindungi kesehatan masyarakat, dan mewujudkan wilayah Kabupaten Sanggau yang aman dari ancaman karhutla. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

