Humas Polres Sanggau - Pastikan stabilitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, personel Polsek Tayan Hilir melaksanakan kegiatan monitoring ketersediaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat, 15 Mei 2026. Monitoring dilakukan guna mengantisipasi potensi kelangkaan maupun aksi panic buying di tengah masyarakat.
Kegiatan pemantauan dilakukan di tiga SPBU yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, yakni SPBU 64.78503 di Dusun Danau Teluk, Desa Cempedak, SPBU 64.785.12 di Dusun Telabang, Desa Subah, serta SPBU 64.785.16 di Dusun Terentang, Desa Subah. Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap stok BBM, jam operasional hingga kondisi antrean kendaraan di masing-masing lokasi.
Di SPBU 64.78503 Dusun Danau Teluk, Desa Cempedak, yang beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB, stok BBM yang tersedia tercatat masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Persediaan Pertalite mencapai 24.398,2 liter, Solar 2.670,8 liter, Pertamax 16.689 liter, sementara Dexlite dalam kondisi kosong dan Pertamina Dex tersedia sebanyak 10.091 liter.
Adapun harga BBM di SPBU tersebut per 15 Mei 2026 meliputi Pertalite subsidi Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, Pertamina Dex Rp28.500 per liter, dan Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Sementara itu, hasil monitoring di SPBU 64.785.12 Dusun Telabang, Desa Subah, yang beroperasi selama 24 jam menunjukkan stok Pertalite tersedia sebanyak 1.211 liter, Solar 514 liter, Pertamax 1.889 liter, Dexlite 346 liter, dan Pertamina Dex 295 liter. Harga BBM di lokasi tersebut masih berada pada tarif resmi yang telah ditetapkan pemerintah dan Pertamina.
Di SPBU 64.785.16 Dusun Terentang, Desa Subah, yang juga beroperasi selama 24 jam, petugas mendapati stok Pertalite tersedia sebanyak 3.390 liter, Solar 2.680 liter, Pertamax 5.650 liter, dan Dexlite 6.565 liter. Sedangkan untuk Pertamina Dex tidak diperjualbelikan di SPBU tersebut.
Wakapolsek Tayan Hilir, Iptu Dadang Sudarmo, mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan stok BBM di wilayah Tayan Hilir dalam kondisi aman serta distribusinya berjalan normal. Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan antrean panjang maupun indikasi panic buying oleh masyarakat,” ungkapnya.
Iptu Dadang Sudarmo menambahkan, pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dengan pengelola SPBU guna memantau perkembangan stok BBM secara berkala. Langkah tersebut penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi berjalan lancar tanpa hambatan.
Dari hasil monitoring yang dilakukan, situasi di seluruh SPBU wilayah Kecamatan Tayan Hilir terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung normal dan tidak ditemukan adanya gangguan menonjol terkait distribusi maupun ketersediaan BBM. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
.jpeg)
.jpeg)