Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Polsek Sekayam Panen Jagung Hibrida dengan Produktivitas Tinggi


Humas Polres Sanggau - Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan Polsek Sekayam di lahan demplot milik Polsek Sekayam, Dusun Kenaman, Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata jajaran kepolisian dalam mendukung swasembada pangan sekaligus menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Panen yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu dipimpin langsung Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., bersama para kepala unit, personel Polsek Sekayam, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kenaman, Nikodemus Rano. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara kepolisian dengan unsur pendamping pertanian.

Lahan demplot seluas dua hektare yang dipanen merupakan hasil penanaman jagung hibrida Kuartal II yang telah dilaksanakan sejak 10 April 2026. Selama masa budidaya, tanaman mendapatkan pendampingan serta perawatan secara berkelanjutan sehingga mampu tumbuh optimal hingga memasuki masa panen.

Untuk memperoleh gambaran produktivitas lahan secara akurat, tim melaksanakan sistem ubinan yang dipandu oleh PPL Desa Kenaman. Metode tersebut dilakukan dengan mengambil sampel hasil panen pada beberapa titik sebagai dasar perhitungan estimasi produksi jagung di seluruh areal tanam.

Berdasarkan hasil pengukuran, sampel pertama menghasilkan 9,525 kilogram, sedangkan sampel kedua mencapai 8,050 kilogram. Dari hasil tersebut diperoleh rata-rata produktivitas yang kemudian menjadi dasar estimasi hasil panen sebesar sekitar 14,06 ton per hektare.

Dengan luas lahan mencapai dua hektare, hasil panen jagung hibrida Polsek Sekayam diperkirakan mencapai sekitar 28,12 ton. Capaian tersebut menunjukkan potensi produktivitas lahan yang baik sekaligus menjadi indikator keberhasilan pengelolaan demplot pertanian yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.


Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno mengatakan bahwa program pertanian yang dijalankan Polsek Sekayam bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian Polri dalam membantu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui lahan demplot ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung ketersediaan pangan, memberikan contoh pemanfaatan lahan yang produktif, serta membangun semangat kolaborasi dengan masyarakat dan penyuluh pertanian,” ujar AKP Dr. Sutikno.

Ia menambahkan, keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh personel Polsek Sekayam bersama penyuluh pertanian yang secara konsisten melakukan perawatan tanaman sejak masa tanam hingga memasuki musim panen. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menghasilkan produktivitas pertanian yang optimal.

Program demplot jagung hibrida yang dikembangkan Polsek Sekayam juga diharapkan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. Selain meningkatkan produksi pangan, pemanfaatan lahan secara maksimal dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan visi pembangunan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kehadiran Polri melalui berbagai program produktif menunjukkan bahwa institusi kepolisian memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan di luar fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui keberhasilan panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 ini, Polsek Sekayam menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, memperkuat kemitraan dengan sektor pertanian, serta mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Diharapkan, sinergi yang terbangun mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: