Humas Polres Sanggau - Pengamanan kegiatan ibadah Misa dan perarakan Minggu Palma di Gereja Santa Maria Bunda Pengharapan Bunut, Kabupaten Sanggau, berlangsung aman dan tertib pada Minggu pagi, 29 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Paskah umat Kristiani yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan.
Ibadah tersebut digelar di kawasan Sabang Merah, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, dengan dihadiri sekitar 400 jemaat. Sejak pagi hari, aparat kepolisian telah bersiaga untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan keamanan.
Rangkaian ibadah dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan pemberkatan daun palma sebagai simbol peringatan masuknya Yesus Kristus ke Kota Yerusalem. Setelah prosesi pemberkatan, jemaat melaksanakan perarakan dari titik kumpul di Bundaran Tugu Hantu Malis menuju gereja dengan tertib dan penuh khidmat.
Misa Minggu Palma dipimpin oleh Pastor Leo Nardusleo, Pr, yang mengajak umat untuk memaknai momentum tersebut sebagai refleksi iman, pengorbanan, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Suasana religius terasa kental sepanjang jalannya ibadah.
Pengamanan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sanggau terkait pengamanan rangkaian ibadah Paskah di wilayah hukum Polres Sanggau. Sebanyak 14 personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi kegiatan.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Padal Kasat Narkoba Polres Sanggau, Iptu Eko Aprianto, S.Sos, yang memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur dan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Dalam keterangannya di sela kegiatan, Iptu Eko Aprianto menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi seluruh umat beragama.
“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Pengamanan ini juga sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara aparat keamanan, pengurus gereja, dan masyarakat sangat berperan penting dalam menciptakan situasi yang kondusif selama kegiatan berlangsung. Pendekatan persuasif dan komunikasi aktif menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan.
Selama pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Seluruh rangkaian ibadah hingga perarakan berlangsung dengan aman, tertib, dan terkendali.
Kegiatan pengamanan ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi umat dalam menjalankan ibadahnya.
Selain itu, kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan warga, serta memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

