Humas Polres Sanggau - Pelaksanaan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai dipersiapkan secara matang oleh jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat bersama berbagai instansi terkait. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Kapuas Tahun 2026 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting pada Senin, 9 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB di Aula Graha Wira Pratama Mako Polres Sanggau yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., dan diikuti oleh seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Kalbar.
Di Polres Sanggau, kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si., bersama Kasdim 1204/Sanggau Mayor Inf. Duloh, Kasi Intel Kejari Sanggau Dicky Ferdiansyah, S.H., serta sejumlah pimpinan dan perwakilan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau.
Selain itu, sejumlah organisasi masyarakat juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD), Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), serta Pemuda Pancasila. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang momentum besar keagamaan.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto dalam arahannya menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas Tahun 2026 memiliki tantangan tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa perayaan hari besar keagamaan yang berlangsung dalam waktu yang berdekatan serta dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan.
Ia menekankan bahwa seluruh jajaran Polda Kalbar bersama para pemangku kepentingan harus mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini. Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik dan arus balik, tetapi juga kegiatan ibadah serta aktivitas masyarakat di berbagai pusat keramaian.
“Melalui rapat koordinasi ini kita ingin memastikan seluruh stakeholder memiliki kesiapan yang sama, baik dari sisi personel, sarana prasarana, hingga langkah-langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolda Kalbar dalam arahannya.
Selain itu, Kapolda juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh Kapolres jajaran agar melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak di wilayah masing-masing.
Apabila ditemukan adanya indikasi penyelewengan atau penyalahgunaan distribusi BBM, ia meminta agar segera dilakukan tindakan hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat Brigjen Pol Totok Lisdiarto S., S.I.K., S.H., M.H., dalam arahannya menyoroti pentingnya upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Ia menyampaikan bahwa BNN Provinsi Kalbar akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk melaksanakan tes urin secara terpadu terhadap pengemudi dan awak transportasi, baik di terminal bus maupun bandara. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik.
“Kami akan melakukan tes urin secara terpadu kepada pengemudi dan awak transportasi. Tujuannya untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah adanya potensi kecelakaan akibat penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan SDM juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas Tahun 2026.
Pemerintah daerah menilai koordinasi lintas sektoral sangat penting untuk menjamin kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
Dalam penyampaiannya, perwakilan Pemprov Kalbar menekankan bahwa mobilitas masyarakat menjelang Lebaran selalu mengalami peningkatan signifikan setiap tahun. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur, pengamanan jalur transportasi, hingga pelayanan kesehatan menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan secara matang.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga berharap seluruh instansi yang terlibat dapat menjalankan perannya secara optimal sesuai dengan fungsi masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, potensi gangguan keamanan maupun hambatan dalam pelayanan publik dapat diminimalisir.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing instansi terkait juga memaparkan materi dan rencana dukungan yang akan diberikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026. Materi yang disampaikan mencakup pengamanan transportasi, rekayasa lalu lintas, kesiapan fasilitas kesehatan, hingga strategi pengawasan distribusi bahan pokok.
Usai mengikuti rapat koordinasi tingkat Polda, Polres Sanggau melanjutkan kegiatan dengan rapat koordinasi lintas sektoral tingkat kabupaten yang digelar pada pukul 13.00 WIB di tempat yang sama. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H.
Rapat lanjutan ini dihadiri oleh unsur TNI, Kejaksaan, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Sanggau. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah strategis pengamanan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Sanggau.
Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono mengatakan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan Lebaran. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat sangat bergantung pada sinergi antar instansi.
“Pengamanan Idul Fitri bukan hanya tanggung jawab Polri semata, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Melalui koordinasi lintas sektoral ini, kita ingin memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan yang sama sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres Sanggau.
Menurutnya, Polres Sanggau akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, baik dari sisi personel, sarana prasarana, maupun dukungan dari instansi terkait. Pengamanan akan difokuskan pada jalur mudik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta objek vital lainnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan organisasi masyarakat dan tokoh lintas agama dalam forum koordinasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai mampu menciptakan situasi yang aman dan harmonis.
Selain sebagai forum koordinasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan membangun kepercayaan antar lembaga dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan.
Dengan perencanaan yang matang, berbagai risiko seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, maupun gangguan kamtibmas diharapkan dapat diminimalisir.
Melalui sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas Tahun 2026 diharapkan mampu berjalan optimal.
Dengan demikian, masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau, dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan rasa aman, tertib, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

