Suling Karhutla di Masjid Mujahidin, Polres Sanggau Ajak Jemaah Subuh Cegah Api Sejak Dini


Humas Polres Sanggau - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polres Sanggau melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Salah satunya dilaksanakan melalui kegiatan Suling Karhutla di Masjid Mujahidin, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (7/9/2026) dini hari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 04.40 WIB oleh Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto, didampingi Kanit Binkamsa Aiptu Yunian. Edukasi dan imbauan disampaikan kepada para jemaah yang hadir menjelang pelaksanaan Salat Subuh sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Dalam kesempatan itu, Iptu Sugianto mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca sedang kering.

“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Sekecil apa pun api yang kita sulut pada musim kemarau, jika tidak terkendali dapat berubah menjadi bencana yang lebih besar dan merugikan banyak orang,” ujar Iptu Sugianto saat memberikan edukasi kepada jemaah.

Selain persoalan pembukaan lahan, Kasat Binmas juga mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan puntung rokok. Puntung rokok yang masih menyala dan dibuang sembarangan di kawasan semak, rerumputan atau lahan kering berpotensi menjadi sumber munculnya titik api.


Iptu Sugianto menekankan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Peran warga dalam mendeteksi dan menangani kemunculan api sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas.

“Kalau melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, jangan dibiarkan. Segera lakukan upaya pemadaman bersama jika situasinya memungkinkan dan aman, atau segera laporkan kepada ketua RT, pihak desa, petugas terkait maupun kepolisian melalui layanan 110 Polres Sanggau,” katanya.

Menurutnya, pelaporan secara cepat akan membantu petugas mengambil langkah penanganan sedini mungkin. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum merambat ke area yang lebih luas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

Kegiatan Suling Karhutla tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan yang persuasif. Polisi mengajak para jemaah untuk menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, sekaligus menyampaikan pesan pencegahan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 05.00 WIB tersebut berjalan aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Sanggau kembali menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pencegahan dan edukasi dalam menghadapi potensi Karhutla, dengan membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan dari ancaman api merupakan tanggung jawab bersama. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: