Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini, Polisi Bekali Siswa SMPN 2 Parindu Pengetahuan Lalin


Humas Polres Sanggau - Polsek Parindu melaksanakan program Police Goes to School sebagai upaya meningkatkan pemahaman keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar, Jumat (28/11). Kegiatan berlangsung di SMPN 2 Parindu, Dusun Empawek, Desa Palem Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB. Sosialisasi ini menitikberatkan pada pengenalan rambu, etika berkendara, hingga bahaya kecelakaan bagi pelajar usia remaja.

Kegiatan edukasi tersebut diikuti oleh sekitar 100 siswa dan siswi, serta dihadiri Kepala SMPN 2 Parindu bersama para guru. Dari Polsek Parindu, hadir Bhabinkamtibmas Aiptu Kasianus Ewal, Aipda Andri Zunaedi, dan Brigadir Egi Ernandi, SH, yang bertugas memberikan materi penyuluhan. Pihak sekolah menyambut kegiatan ini dengan antusias, mengingat masih tingginya pelanggaran lalu lintas yang melibatkan pelajar.

Pada sesi awal, para siswa diperkenalkan berbagai jenis rambu lalu lintas beserta fungsinya. Penyuluhan ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman dasar tentang ketertiban berkendara sejak dini. Petugas memberikan contoh visual dan penjelasan mengenai rambu peringatan, larangan, petunjuk, serta marka jalan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai aturan dasar keselamatan jalan. Peserta dibimbing mengenai cara menyeberang jalan yang benar, batas kecepatan di lingkungan permukiman, hingga pentingnya menjaga jarak aman saat berkendara. Penekanan juga diberikan pada kewajiban mematuhi aturan meski berjalan kaki maupun bersepeda.

Pelajar juga diberi pemahaman mengenai bahaya kecelakaan lalu lintas yang rentan dialami anak-anak dan remaja. Petugas mengingatkan bahwa penggunaan helm berstandar SNI menjadi syarat penting keselamatan, termasuk bagi pengendara maupun penumpang yang masih di bawah umur. Edukasi ini bertujuan menekan risiko kecelakaan yang kerap terjadi akibat kurangnya kontrol serta pengawasan.

Pada segmen etika berlalu lintas, petugas mengajak siswa memahami perilaku berkendara yang baik, seperti tidak melawan arus, tidak menggunakan ponsel saat mengemudi, serta tidak mengendarai kendaraan apabila belum memiliki Surat Izin Mengemudi. Pembelajaran etika ini menjadi bagian dari pembentukan karakter disiplin sejak usia sekolah.


Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan mengenai aturan berkendara yang selama ini mereka lihat di lingkungan sekitar. Petugas memberikan penjelasan dengan contoh yang mudah dipahami agar para pelajar mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Aiptu Kasianus Ewal dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus ditanamkan sejak usia remaja. Ia menilai pemahaman dasar yang benar akan mendorong pelajar menjadi generasi yang disiplin, tertib, dan memahami pentingnya keselamatan di jalan raya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polsek Parindu dalam menekan angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur. Menurutnya, masih sering dijumpai pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa izin orang tua maupun tanpa perlengkapan keselamatan, sehingga edukasi menjadi langkah preventif yang sangat dibutuhkan.

Selain itu, pihak sekolah mengapresiasi inisiatif Polsek Parindu karena materi yang diberikan sejalan dengan pembinaan karakter pelajar. Edukasi keselamatan dinilai penting untuk melindungi siswa dari potensi pelanggaran maupun kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan diri mereka.

Program Police Goes to School ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran keamanan dan keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Sanggau. Polsek Parindu memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan pelanggaran.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan para pelajar SMPN 2 Parindu mampu menerapkan tata tertib berlalu lintas, memahami risiko kecelakaan, serta membangun budaya keselamatan sejak dini. Edukasi berkelanjutan diyakini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman bagi seluruh pengguna jalan. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Postingan terkait: