Rapat Strategis di PLBN Entikong Bahas Pencegahan Karhutla Secara Terpadu


Humas Polres Sanggau - Rapat Persiapan Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan Lintas Batas Negara Tahun 2026 digelar pada Selasa, 14 April 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai di Wisma Nusantara PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan lintas instansi, di antaranya Camat Entikong Miko Martoyo, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Yudho Shekti Mustiko, Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, Danramil Entikong Kapten Inf. Wasidi, serta unsur Satgas Pamtas, Imigrasi, BKSDA, KPH, dan pengelola PLBN Entikong.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan patroli terpadu di wilayah perbatasan negara, khususnya dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi di Kalimantan Barat.

Dalam rapat, peserta terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan patroli terpadu tahun 2025. Paparan hasil kegiatan sebelumnya menunjukkan sejumlah capaian positif, namun juga mengungkap beberapa kendala yang masih dihadapi di lapangan.

Kendala tersebut antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, sulitnya akses menuju lokasi rawan, serta perlunya peningkatan koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan patroli terpadu.

Selanjutnya, rapat membahas penentuan wilayah rawan kebakaran berdasarkan data historis kejadian karhutla serta analisis kondisi cuaca terkini. Wilayah-wilayah prioritas di kawasan perbatasan menjadi fokus utama dalam rencana patroli tahun 2026.

Rencana pelaksanaan patroli terpadu juga disusun secara rinci, mulai dari penjadwalan kegiatan, pembagian tugas masing-masing tim, hingga sistem pelaporan hasil patroli yang dilakukan secara berkala dan terintegrasi.


Selain itu, kesiapsiagaan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian utama. Inventarisasi peralatan pemadaman serta kesiapan personel dilakukan guna memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran di lapangan.

Strategi pencegahan juga diperkuat melalui rencana sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla. Pelibatan masyarakat dalam kegiatan patroli dan pengawasan dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring dalam keterangannya menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan karhutla di wilayah perbatasan.

“Patroli terpadu ini bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga membangun kesadaran bersama. Kami mengedepankan kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat, agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, sehingga diperlukan langkah yang terencana, terukur, dan berkesinambungan dalam pelaksanaan patroli.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari meningkatnya kejadian karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, sekaligus sebagai upaya antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026.

Melalui perencanaan yang matang, evaluasi menyeluruh, serta penguatan koordinasi lintas sektor dan lintas negara, diharapkan patroli terpadu tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan mampu meminimalkan potensi kebakaran hutan di kawasan perbatasan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: