Sinergi Polisi dan Petani di Bonti Dorong Keberhasilan Program Ketahanan Pangan


Humas Polres Sanggau - Kegiatan pengecekan tanaman jagung hibrida pada lahan Demplot I Tahun 2026 yang dikelola Polsek Bonti kembali dilakukan sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026 mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, dengan fokus pada evaluasi kondisi tanaman pasca pemupukan ketiga.

Pengecekan dilakukan langsung oleh Kapolsek Bonti bersama dua personel di lahan milik petani mitra yang berlokasi di Dusun Sami, Desa Sami. Lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut merupakan bagian dari program pemanfaatan lahan produktif yang melibatkan kelompok tani setempat.

Tanaman jagung yang diperiksa diketahui berjenis Beltras 1 dan telah memasuki usia sekitar 80 hari setelah tanam (HST). Secara umum, kondisi tanaman dinilai tumbuh merata dan sesuai dengan fase pertumbuhan, menunjukkan hasil pemeliharaan yang optimal sejauh ini.

Selain memantau pertumbuhan tanaman, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyemprotan herbisida yang sebelumnya dilakukan untuk mengendalikan gulma. Dari hasil pengecekan, kondisi lahan dinyatakan cukup baik, dengan gulma yang berhasil ditekan melalui penggunaan herbisida selektif.

Kapolsek Bonti, Iptu Erpan Yudi Asmara, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di wilayah hukum masing-masing.


“Kami terus melakukan pendampingan dan pengecekan secara berkala untuk memastikan tanaman jagung yang ditanam dapat tumbuh optimal. Ini merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan langsung anggota di lapangan menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi dengan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap tahapan perawatan tanaman berjalan sesuai dengan standar yang diharapkan.

Meski demikian, dalam pengecekan tersebut ditemukan sebagian tanaman mengalami kerusakan akibat faktor cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan beberapa batang jagung tumbang dan sebagian lainnya patah.

Petani bersama anggota Polsek Bonti segera melakukan langkah perbaikan terhadap tanaman yang masih bisa diselamatkan, seperti dengan pemasangan penopang menggunakan kayu. Namun, untuk tanaman yang telah patah, tidak dapat dilakukan pemulihan kembali.

Kegiatan pengecekan ini berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa program Demplot I Polsek Bonti berjalan baik dan tetap berpotensi memberikan hasil maksimal, sejalan dengan upaya mendukung swasembada pangan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: