Dukung Perkuatan Literasi Digital dan Etika Jurnalistik, Polda Kalbar: Media Massa Adalah Mitra Strategis Polri


Pontianak, Polda Kalbar - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di salah satu hotel di Kota Pontianak, pada Kamis (5/2).
 
Acara yang bertajuk “Memperkuat Literasi Digital dan Etika Jurnalistik: Strategi Menangkal Hoaks dan Akun Media Sosial Ilegal” ini, digelar dalam menjaga integritas informasi di ruang digital.
 
Ketua Hoaks Crisis Center Kalbar (HCC) Reinardo Sinaga dalam kesempatan itu menekankan pentingnya literasi digital bagi seluruh masyarakat, khususnya para awak media dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
 
“Menyaring informasi yang beredar di media sosial sangat penting, dewasa ini marak penyebaran informasi palsu dan keberadaan akun media sosial yang tidak terverifikasi,” ujar Reinardo saat menjadi narasumber.
 
Hadir pula dalam acara tersebut Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H. yang diwakili Kasubbidpenmas AKBP Prinanto. Melalui Kasubbidpenmas, Kabidhumas menyatakan dukungannya terhadap forum ini.
 
“Media massa adalah mitra strategis Polri. Kami mendorong rekan-rekan jurnalis untuk tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik sebagai filter utama dalam menyajikan pemberitaan yang aktual, faktual dan terpercaya, sehingga dapat menjadi penjernih di tengah simpang siurnya informasi di media sosial,” kata Prinanto.
 
Diskusi ini turut mengundang pejabat dari Ditreskrimsus Polda Kalbar, Dandim 1207/Ptk, Dinas Kominfo Provinsi Kalbar, serta dihadiri oleh para pimpinan media jurnalis Kalimantan Barat.
 
Di akhir rangkaian acara, seluruh peserta FGD melakukan pembacaan Pernyataan Sikap Bersama sebagai komitmen untuk menolak segala bentuk hoaks dan mendukung penyebaran informasi yang akurat serta bertanggung jawab demi keamanan ruang digital nasional.

Postingan terkait: