Humas Polres Sanggau - Kepolisian Sektor Kembayan, Polres Sanggau, menerima laporan kehilangan seorang anak laki-laki berusia empat tahun bernama Kenza Alfaro yang hingga lebih dari 24 jam belum ditemukan sejak meninggalkan rumahnya di Dusun Jemongko, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.
Peristiwa tersebut dilaporkan secara resmi ke Polsek Kembayan pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB oleh ibu kandung korban, Regina Rini (38), setelah upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan warga setempat belum membuahkan hasil.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Kenza Alfaro terakhir terlihat pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban pergi meninggalkan rumah tanpa pamit kepada orang tuanya dan tidak kunjung kembali hingga sore hari.
Merasa khawatir, ibu korban kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah dan lingkungan tetangga. Namun, korban tidak ditemukan sehingga informasi kehilangan tersebut segera disampaikan kepada warga setempat untuk meminta bantuan pencarian bersama.
Menindaklanjuti laporan awal dari masyarakat, personel Polsek Kembayan bersama warga Dusun Jemongko langsung melakukan pencarian sejak Selasa sore dengan menyisir area yang diduga menjadi arah hilangnya korban, termasuk kawasan hutan di belakang rumah yang berbatasan langsung dengan Sungai Sekayam.
Pencarian terus dilakukan hingga malam hari, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan kembali pada Rabu pagi dengan memperluas area pencarian, khususnya di sekitar tepian Sungai Sekayam.
Dalam proses pencarian tersebut, warga menemukan pakaian anak kecil di tepian sungai pada Rabu siang. Setelah dikonfirmasi oleh ibu korban, pakaian tersebut dipastikan merupakan milik Kenza Alfaro, sehingga menambah dugaan kuat bahwa korban diduga menuju atau terjatuh ke aliran sungai.
Kapolsek Kembayan, Iptu Hudson Siahaan, S.H., mengatakan bahwa pihaknya segera mengambil langkah cepat dan terkoordinasi setelah menerima laporan resmi kehilangan anak tersebut.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kembayan dan BPBD Kabupaten Sanggau untuk melakukan pencarian lanjutan, mengingat adanya temuan pakaian korban di sekitar Sungai Sekayam,” ujarnya.
Koordinasi tersebut membuahkan hasil dengan diturunkannya tim BPBD Kabupaten Sanggau yang tiba di Polsek Kembayan pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB dengan membawa dua unit perahu karet untuk mendukung proses pencarian di aliran sungai.
Setelah dilakukan apel konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kembayan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sanggau, personel Polsek Kembayan, serta unsur masyarakat bergerak menuju lokasi pencarian di Dusun Jemongko.
Penyisiran dilakukan secara menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Sekayam dengan menggunakan perahu karet, serta pengamatan visual di tepian sungai yang dianggap rawan dan memungkinkan korban terseret arus.
Kapolsek Kembayan menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait, sembari berharap adanya informasi tambahan dari masyarakat yang dapat mempercepat proses penemuan korban.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat atau mengetahui informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Keselamatan anak menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kenza Alfaro masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus berlangsung. Pihak kepolisian memastikan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala sesuai perkembangan di lapangan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

