Humas Polres Sanggau - Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, S.H., M.E., menghadiri pembukaan Gawai Mpori Semongi Podi ke-I Kecamatan Beduai Tahun 2026 yang digelar di Rumah Betang Raya Temenggung Petrus Djabab, Dusun Berinang, Desa Kasromego, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan budaya yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di tingkat Kecamatan Beduai tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Acara pembukaan menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Dayak di Kecamatan Beduai dalam melestarikan tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman. Kehadiran berbagai tokoh daerah, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat menunjukkan tingginya dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota DPR RI sekaligus Pemuntuh Agung Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau Paolus Hadi, S.Ip., M.Si., Bupati Sanggau yang diwakili Kepala BKPSDM Kabupaten Sanggau Drs. Anselmus, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Robby Sugianto, S.E., unsur TNI, perangkat kecamatan, kepala desa, pengurus Dewan Adat Dayak, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Sebelum menuju lokasi kegiatan, para tamu undangan terlebih dahulu transit di Kantor Camat Beduai. Selanjutnya rombongan bergerak menuju Rumah Betang Raya Temenggung Petrus Djabab dengan diiringi arak-arakan Drum Band yang menambah semarak suasana pembukaan gawai adat tersebut.
Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Beduai, YS. Sudarso, S.Hut., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Gawai Mpori Semongi Podi menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat kepada generasi muda agar tetap lestari dari masa ke masa.
Mengusung tema “Dari Ladang ke Rumah, Dari Tradisi ke Generasi”, pelaksanaan Gawai Mpori Semongi Podi ke-I menjadi tonggak sejarah baru bagi Kecamatan Beduai. Tema tersebut menggambarkan perjalanan budaya masyarakat Dayak yang berakar dari kehidupan agraris dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Robby Sugianto, S.E., mengajak masyarakat adat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya yang dimiliki. Menurutnya, masyarakat Dayak harus bangga dengan warisan budaya yang ada serta menjadikannya sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Sanggau Drs. Anselmus yang mewakili Bupati Sanggau menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir secara langsung. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Gawai Dayak tingkat Kecamatan Beduai dapat terlaksana dengan baik dan menjadi agenda budaya yang membanggakan.
Anggota DPR RI sekaligus Pemuntuh Agung Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau, Paolus Hadi, S.Ip., M.Si., menegaskan bahwa gawai merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan berbagai berkat yang diberikan Tuhan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga bahasa, adat, dan budaya Dayak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Menurut Paolus Hadi, generasi muda Dayak harus memiliki keberanian untuk maju dan berprestasi tanpa melupakan akar budayanya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak mengingat meningkatnya berbagai kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di berbagai daerah.
Di sela kegiatan, Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., menegaskan bahwa Polri mendukung penuh setiap kegiatan budaya yang bertujuan memperkuat persatuan masyarakat dan melestarikan warisan leluhur. Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
“Gawai adat bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat nilai kebersamaan, serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati acara dengan nyaman,” ujarnya.
AKP Heri Triyana menambahkan bahwa pengamanan kegiatan telah dipersiapkan secara maksimal melalui sinergi antara Polsek Beduai, Koramil Beduai, Linmas, serta organisasi kemasyarakatan Bala Dayak Golik (BADAGO). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan rangkaian acara yang dijadwalkan berlangsung hingga malam bahkan dini hari.
Hingga kegiatan pembukaan berakhir, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan. Pelaksanaan Gawai Mpori Semongi Podi ke-I Kecamatan Beduai Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya Dayak sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

