Panen Jagung Hibrida Polsek Sekayam Capai Estimasi 5 Ton per Hektare, Dukung Ketahanan Pangan Nasional


Humas Polres Sanggau - Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan Polsek Sekayam di lahan demplot milik Polsek Sekayam, Dusun Lomur II, Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan panen yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., serta diikuti para kepala unit, personel Polsek Sekayam, Statistisi Penyelia Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sanggau M. Indrayadi, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kenaman Nikodemus Rano.

Panen jagung hibrida tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan pada 11 Februari 2026 di lahan seluas satu hektare. Program ini menjadi bagian dari upaya Polsek Sekayam dalam mendukung swasembada pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif di wilayah perbatasan.

Untuk memastikan akurasi hasil panen, tim dari BPS Kabupaten Sanggau bersama PPL Desa Kenaman melaksanakan metode ubinan atau pengambilan sampel panen pada beberapa titik lahan. Metode tersebut digunakan sebagai dasar perhitungan produktivitas tanaman jagung yang ditanam di lahan demplot Polsek Sekayam.

Berdasarkan hasil pengukuran ubinan, sampel pertama menghasilkan 3,8 Kilogram dan sampel kedua mencapai 11,22 kilogram. Dari kedua sampel tersebut diperoleh rata-rata hasil panen sebesar 7,51 Kilogram yang kemudian digunakan sebagai dasar estimasi produktivitas per hektare.

Hasil perhitungan menunjukkan estimasi produksi tongkol basah mencapai 12,016 ton per hektare. Setelah melalui proses konversi menjadi tongkol kering, diperoleh estimasi hasil sebesar 9,092 ton per hektare. Sementara itu, untuk jagung pipil kering, estimasi produksi mencapai 5,086 ton per hektare.


Capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan dan menunjukkan bahwa pengelolaan lahan secara optimal dapat memberikan hasil yang produktif. Selain menjadi sarana edukasi pertanian, lahan demplot Polsek Sekayam juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P. mengatakan bahwa program penanaman hingga panen jagung hibrida merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program strategis pemerintah, termasuk di bidang ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan demplot ini, kami ingin memberikan contoh bahwa setiap lahan produktif dapat dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari personel Polsek Sekayam, penyuluh pertanian, BPS Kabupaten Sanggau, hingga masyarakat sekitar yang turut memberikan dukungan selama proses budidaya berlangsung.

Menurutnya, kegiatan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi salah satu solusi dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional.

Melalui keberhasilan Panen Jagung Hibrida Kuartal I Tahun 2026 ini, Polsek Sekayam berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor pertanian, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: