Humas Polres Sanggau - Memastikan umat dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, Polres Sanggau mengerahkan personel pengamanan di lima gereja dalam wilayah Kota Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (4/10/2026). Pengamanan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga toleransi serta menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.
Pengamanan dilaksanakan oleh personel Ton Siaga Regu IV Polres Sanggau berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sanggau, dengan dipimpin Perwira Pengendali (Padal) AKP Keken Sukendar. Personel ditempatkan di sejumlah gereja untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan rangkaian ibadah Minggu berjalan tertib dan lancar.
Salah satu lokasi pengamanan adalah Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 43, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas. Ibadah Misa dipimpin Pastor Albert Yance dan berlangsung dalam dua sesi, dengan jumlah umat sekitar 200 orang pada misa pertama dan 300 orang pada misa kedua. Sebanyak empat personel diterjunkan di lokasi tersebut, dipimpin Aiptu Heru Iswahyudi, S.H.
Pengamanan juga dilakukan di Gereja Santa Maria Bunda Pengharapan, Kompleks Sabang Merah, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas. Misa yang dipimpin Pastor Ricardus Riyadi, Pr., diikuti sekitar 250 umat. Tiga personel kepolisian disiagakan di gereja tersebut di bawah pimpinan Ipda Richson Artanta Gurning, S.Tr.K., untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Sementara itu, di Gereja GPIB Jemaat Maranatha Sanggau, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, ibadah kebaktian dipimpin Pendeta Abraham Silowilar dan diikuti sekitar 50 jemaat. Tiga personel pengamanan dipimpin Ipda Guntur Maulana, S.T., melaksanakan pemantauan serta pengamanan di sekitar lokasi gereja.
Pengamanan berikutnya berlangsung di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Betlehem Sanggau, Jalan Sutan Syahrir Nomor 1, Kelurahan Ilir Kota. Kebaktian yang dipimpin Pendeta Edyson Siregar, S.Th., dihadiri sekitar 150 jemaat. Sebanyak tiga personel kepolisian diterjunkan di bawah pimpinan Aiptu Fransiskus guna mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah.
Di Gereja GKNI Antiokhia, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, kebaktian Minggu dipimpin Pendeta Harris Oka dengan jumlah jemaat sekitar 70 orang. Empat personel Polres Sanggau yang dipimpin Aipda Yulius Sandro melaksanakan pengamanan untuk memastikan situasi di lingkungan gereja tetap aman dan terkendali.
Padal pengamanan, AKP Keken Sukendar, menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian di rumah ibadah merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, setiap warga memiliki hak yang sama untuk melaksanakan ibadah dengan tenang tanpa merasa khawatir terhadap gangguan keamanan.
“Pengamanan ini kami laksanakan bukan hanya untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, tetapi juga memastikan saudara-saudara kita dapat menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pengabdian untuk menjaga rasa aman dan menghormati keberagaman,” ujar AKP Keken Sukendar.
Ia menambahkan, pengamanan dilakukan melalui kesiapsiagaan personel, pemantauan lingkungan gereja, serta koordinasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya ibadah.
Pendekatan humanis tetap menjadi prioritas agar kehadiran aparat tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Pelaksanaan pengamanan di lima gereja tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya preventif Polres Sanggau dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada kegiatan keagamaan rutin. Selain menjamin kelancaran ibadah, kegiatan ini juga mencerminkan nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan.
Situasi yang aman dan kondusif diharapkan terus terpelihara sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan maupun sosial dengan nyaman, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

