Monitoring Rutin Demplot Jagung, Komitmen Polsek Bonti Dukung Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional


Humas Polres Sanggau - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Polsek Bonti melalui kegiatan monitoring dan pendampingan terhadap lahan pertanian produktif. Pada Minggu (7/6/2026) mulai pukul 13.00 WIB, personel Polsek Bonti melaksanakan pengecekan kondisi tanaman Jagung Hibrida pada lahan Demplot I Tahun 2026 di Dusun Sami, Desa Sami, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program 2 Ketahanan Pangan melalui pemanfaatan lahan produktif yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Polsek Bonti bersama kelompok tani dan petani mitra guna mendukung peningkatan produksi pertanian di wilayah Kecamatan Bonti.

Pengecekan dilakukan setelah pelaksanaan pemupukan tahap ketiga serta aplikasi pestisida dan pengendalian hama tikus pada lahan jagung. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil panen.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, sebagian tongkol jagung yang masih muda diketahui mengalami serangan hama tikus. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengurangi produktivitas tanaman apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat oleh petani maupun pihak pendamping.

Meski demikian, petugas juga menemukan bahwa sebagian besar tanaman jagung di lokasi masih dalam kondisi baik dan tidak seluruh areal terdampak serangan hama. Hal ini memberikan harapan bahwa produktivitas lahan masih dapat dipertahankan melalui upaya pengendalian yang berkelanjutan.


Lahan demplot yang dilakukan pengecekan memiliki luas sekitar satu hektare dengan jenis jagung yang ditanam yakni Beltras 1. Lahan tersebut merupakan milik petani bernama Ab Suhadi yang tergabung dalam Kelompok Tani Semangat Baru. Saat dilakukan pengecekan, usia tanaman jagung telah mencapai 96 hari setelah tanam (HST).

Kapolsek Bonti, IPTU Erpan Yudi Asmara, mengatakan bahwa kegiatan monitoring secara rutin sangat penting dilakukan guna memastikan perkembangan tanaman berjalan optimal serta mengidentifikasi secara dini berbagai faktor yang dapat menghambat keberhasilan panen.

“Pendampingan terhadap lahan pertanian merupakan bentuk dukungan nyata Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan setiap kendala yang dihadapi petani dapat terdeteksi lebih awal sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan dan hasil panen tetap maksimal,” ujar IPTU Erpan Yudi Asmara.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara aparat kepolisian, kelompok tani, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemanfaatan lahan produktif. Selain meningkatkan produksi pangan, program tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Sanggau.

Melalui kegiatan pengecekan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polsek Bonti berkomitmen mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional sebagaimana visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi bukti nyata keterlibatan Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: