Respon Cepat Hotspot, Polsek Beduai Turun Langsung Pastikan Tidak Terjadi Karhutla Meluas


Humas Polres Sanggau - Jajaran Polsek Beduai bergerak cepat menindaklanjuti terdeteksinya dua titik hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium di wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Minggu (7/6/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan dini guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas.

Kegiatan verifikasi dan pengecekan lapangan dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB setelah sebelumnya titik panas terpantau melalui sejumlah aplikasi pemantauan, di antaranya Bongkar, BRIN Fire Hotspot, Sipongi, dan GAC (Geospatial Analytics & Monitoring) pada pukul 13.09 WIB di hari yang sama.

Tim verifikasi yang terdiri dari Aiptu Samdeni, Aipda Zakaria Ocen, dan Brigpol Petrus Andika langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah munculnya potensi kebakaran yang dapat mengancam lingkungan sekitar.

Berdasarkan hasil pengecekan, titik hotspot pertama berada di Dusun Muara Beduai, Desa Kasro Mego, Kecamatan Beduai. Lokasi tersebut merupakan lahan milik pribadi warga dengan luas sekitar 0,6 hektare yang dipersiapkan untuk kegiatan berladang dan rencananya akan ditanami padi maupun jagung.

Sementara itu, titik hotspot kedua ditemukan di Dusun Berinang, Desa Kasro Mego, Kecamatan Beduai. Lahan seluas sekitar 0,5 hektare tersebut juga merupakan milik pribadi warga yang akan dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian sebagai sumber penghidupan masyarakat setempat.


Dalam proses verifikasi, personel Polsek Beduai melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi lahan serta memastikan tidak terdapat api aktif yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar. Langkah ini penting dilakukan mengingat cuaca panas dan kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak ditangani secara cepat.

Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, S.H., mengatakan bahwa setiap informasi hotspot yang terdeteksi melalui sistem pemantauan akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya dan mencegah terjadinya karhutla.

“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap potensi kebakaran lahan. Setiap hotspot yang terdeteksi akan diverifikasi secara langsung oleh personel agar diketahui penyebabnya serta memastikan tidak ada api yang dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Kapolsek.

Ia menambahkan bahwa kehadiran personel di lokasi juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu memperhatikan aspek keselamatan dalam mengelola lahan pertanian. Menurutnya, kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Beduai.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan, situasi di kedua lokasi terpantau dalam keadaan terkendali. Polsek Beduai akan terus meningkatkan pemantauan serta koordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait guna memastikan wilayah Kecamatan Beduai tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya selama periode cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: