Humas Polres Sanggau - Desa Menyabo, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, menorehkan langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui panen jagung perdana yang digelar di lahan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jumat (6/2/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendorong swasembada pangan.
Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih 1,6 hektare yang ditanami jagung hibrida. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program Ketahanan Pangan (Program II) sekaligus selaras dengan visi pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sektor pertanian.
Sejumlah pejabat dan unsur masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Pelaksana Tugas Camat Tayan Hulu Markus Era Kusdira, S.Sos., Kapolsek Tayan Hulu Iptu H. Pintor Hutajulu, Kepala Desa Menyabo Kasim, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping desa, anggota BPP Kecamatan Tayan Hulu, serta para kepala wilayah juga menambah semangat kebersamaan dalam kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta itu.
Kepala Desa Menyabo Kasim menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan BUMDes untuk pertanian produktif merupakan strategi desa dalam meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi warga. Ia berharap panen perdana ini dapat menjadi pemicu bagi pengembangan sektor pertanian yang lebih luas di wilayahnya.
Berdasarkan perkiraan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BPPPK) Kecamatan Tayan Hulu, hasil panen mencapai kurang lebih dua ton jagung dengan berat bruto atau belum dipipil. Perhitungan dilakukan menggunakan metode ubinan guna memperoleh estimasi produktivitas tanaman secara akurat.
Setelah dipanen, jagung langsung dibawa ke gudang penyimpanan untuk menjalani proses pengeringan sebelum dipipil, yakni pemisahan biji jagung dari tongkolnya. Tahapan ini dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai jual di pasaran.
Sebagian hasil panen rencananya akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak warga, sementara sisanya akan dipasarkan kepada pengepul lokal di Desa Menyabo. Skema ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi desa sekaligus menekan biaya produksi peternak.
Kapolsek Tayan Hulu Iptu H. Pintor Hutajulu menegaskan bahwa pihak kepolisian mendukung penuh setiap program masyarakat yang berdampak pada kesejahteraan dan stabilitas daerah. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengapresiasi inisiatif Desa Menyabo dalam mengelola lahan BUMDes secara produktif. Panen ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang solid, desa mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan. Polri siap mendampingi dan menjaga situasi kamtibmas agar kegiatan pertanian masyarakat dapat berjalan aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial. Ketika kebutuhan pangan tercukupi, potensi kerawanan dapat diminimalisir dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang.
Plt. Camat Tayan Hulu Markus Era Kusdira turut mengapresiasi langkah progresif Desa Menyabo. Ia menilai pemanfaatan aset desa untuk pertanian merupakan contoh pengelolaan sumber daya yang tepat dan berorientasi jangka panjang.
Dengan keberhasilan panen perdana ini, Desa Menyabo diharapkan mampu menjadi model pengembangan pertanian berbasis desa di Kabupaten Sanggau. Pemerintah setempat pun mendorong agar program serupa terus diperluas sehingga cita-cita swasembada pangan dapat terwujud mulai dari tingkat desa hingga nasional. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

