Desa Mawang Muda Sukses Gelar Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026


Humas Polres Sanggau - Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 digelar di lahan TPK Ketahanan Pangan Desa Mawang Muda, Dusun Semaru, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Rabu (27/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat swasembada pangan di wilayah pedesaan.

Kegiatan panen dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan unsur pemerintah desa, pendamping pertanian, serta aparat kepolisian melalui peran aktif Bhabinkamtibmas. Panen dilakukan pada lahan seluas 1 hektare yang sebelumnya ditanam pada Kamis, 5 Februari 2026 sebagai program penanaman Kuartal I Tahun 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mawang Muda Cenceng, Bhabinkamtibmas Desa Mawang Muda Bripka Lasro Simandalahi, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mawang Muda Martinus Iwan, A.Md., serta Ketua TPK Ketahanan Pangan Desa Mawang Muda Lorensius bersama anggota kelompok.

Dalam proses panen, petugas penyuluh pertanian melaksanakan metode ubinan guna mengetahui estimasi produktivitas hasil jagung hibrida yang dipanen. Berdasarkan hasil pengukuran, plot sampel pertama menghasilkan 4,80 kilogram, sedangkan plot sampel kedua mencapai 4,50 kilogram.

Dari hasil tersebut diperoleh rata-rata produksi ubinan sebesar 4,65 kilogram. Berdasarkan perhitungan estimasi hasil panen, produksi jagung tongkol basah diperkirakan mencapai 7,44 ton per hektare. Sementara hasil tongkol kering diproyeksikan sebesar 5,62 ton per hektare dan hasil jagung pipil kering diperkirakan mencapai 3,14 ton per hektare.


Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., mengatakan kegiatan panen jagung hibrida tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang saat ini terus diperkuat hingga tingkat desa.

Menurutnya, keterlibatan Polri melalui Bhabinkamtibmas tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung masyarakat dalam sektor produktif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

“Panen jagung hibrida ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan Polri mampu menghasilkan produktivitas pertanian yang baik. Kami berharap program seperti ini terus berkelanjutan sebagai langkah mendukung swasembada pangan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujar AKP Heri Triyana.

Ia menambahkan, keberhasilan panen tersebut diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk semakin optimal memanfaatkan lahan pertanian produktif. Selain meningkatkan ketahanan pangan daerah, hasil pertanian juga diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa secara bertahap dan berkelanjutan.

Program ketahanan pangan berbasis desa dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi tantangan sektor pangan ke depan. Dengan dukungan seluruh pihak, Desa Mawang Muda diharapkan dapat terus menjadi contoh pengembangan pertanian produktif di wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: