Jagung Hibrida di Tayan Hilir Tunjukkan Perkembangan Positif, Polisi dan Petani Bersinergi


Humas Polres Sanggau - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polsek Tayan Hilir. Pada Sabtu (30/5/2026) sore, Kapolsek Tayan Hilir IPTU Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H. bersama dua personel melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung hibrida di lahan Demplot I dan Demplot II yang berada di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.50 WIB tersebut dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman dan Desa Pulau Tayan Utara. Pengecekan dilakukan guna memastikan kondisi tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang digagas Polri dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Di lahan Demplot I yang berlokasi di Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman, tanaman jagung hibrida yang ditanam di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare telah memasuki usia 25 hari setelah tanam (HST). Lahan tersebut merupakan milik Sunarto yang dikelola bersama Kelompok Tani Kampung Lestari.

Hasil pengecekan menunjukkan kondisi tanaman secara umum tumbuh dengan baik pasca dilakukan penyemprotan pestisida dan racun rumput gulma selektif. Gulma yang sebelumnya mengganggu pertumbuhan tanaman mulai mati sehingga area tanam terlihat lebih bersih dan mendukung perkembangan jagung secara optimal.

Meski demikian, petugas juga menemukan indikasi awal serangan hama pada sebagian tanaman. Temuan tersebut menjadi perhatian khusus agar langkah penanganan dapat segera dilakukan sehingga tidak berdampak terhadap produktivitas tanaman pada masa pertumbuhan berikutnya.

Sementara itu, pada lahan Demplot II yang berlokasi di Desa Pulau Tayan Utara dengan luas sekitar satu hektare milik Agapitus, perkembangan tanaman menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tanaman jagung hibrida yang telah berusia 50 hari setelah tanam mulai memperlihatkan pertumbuhan tongkol setelah dilakukan pemupukan buah menggunakan pupuk NPK.


Munculnya buah jagung pada fase pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa proses budidaya berjalan sesuai target. Kondisi tanaman yang sehat dan pertumbuhan tongkol yang mulai terlihat memberikan harapan terhadap hasil panen yang optimal pada musim tanam kali ini.

Kapolsek Tayan Hilir mengatakan kegiatan monitoring rutin dilakukan untuk memastikan setiap tahapan budidaya berjalan sesuai rencana sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil panen.

“Kami terus melakukan pendampingan dan pengecekan secara berkala terhadap lahan demplot yang telah ditanami jagung hibrida. Monitoring ini penting untuk mengetahui perkembangan tanaman, memastikan perawatan berjalan baik, serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan gangguan seperti hama maupun faktor lain yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman,” ujarnya.

Menurut IPTU Kusdarwanto, program demplot jagung yang dijalankan Polsek Tayan Hilir bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian di wilayah setempat, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional.

Melalui kolaborasi bersama petani dan kelompok tani, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat swasembada pangan, serta mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: