Humas Polres Sanggau - Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan panen jagung hibrida yang dilaksanakan jajaran Polsek Noyan, Polres Sanggau.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 30 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai di Lahan Jagung Kita yang berlokasi di Dusun Tukun, Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau.
Panen jagung hibrida tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Noyan, IPTU Suharyanto, S.H., bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Sungai Dangin yang juga mewakili Badan Pusat Statistik (BPS), Rohimah. Kegiatan turut dihadiri Ps. Kanit Binmas Polsek Noyan AIPTU Meidianto, personel Polsek Noyan, serta para Sukarelawan Tani Mandiri Dusun Tukun yang selama ini berkontribusi dalam pengelolaan lahan produktif tersebut.
Kegiatan panen dilakukan menggunakan metode ubinan untuk memperoleh data produktivitas tanaman secara akurat. Lahan yang dipanen memiliki luas satu hektare atau 10.000 meter persegi dan merupakan milik Riko Rikardo. Jagung yang dipanen merupakan varietas hibrida Sumo Sakti yang telah memasuki usia tanam 145 hari atau sekitar empat bulan 28 hari dengan kondisi tanaman yang siap panen.
Berdasarkan hasil pengukuran ubinan yang dilakukan di lokasi, diperoleh hasil rata-rata 7 kilogram per sampel yang setelah dikonversikan menghasilkan produktivitas sebesar 11,2 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik dan menjadi indikator keberhasilan pengelolaan lahan produktif dalam mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah perbatasan Kabupaten Sanggau.
Kapolsek Noyan IPTU Suharyanto, S.H., mengungkapkan bahwa panen jagung hibrida ini merupakan bagian dari upaya nyata Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah melalui Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung program strategis pemerintah, salah satunya melalui penguatan sektor pertanian. Panen jagung hibrida ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan produktif dapat memberikan hasil yang optimal sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak mulai dari petani, penyuluh pertanian hingga unsur kepolisian menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Menurutnya, sinergi yang terbangun mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Noyan.
Lebih lanjut, IPTU Suharyanto menegaskan bahwa Polsek Noyan akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap program pemanfaatan lahan produktif agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan daerah.
Kegiatan panen jagung hibrida ini juga menjadi bagian dari implementasi Program 100 Hari Asta Cita yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan produktif. Melalui program tersebut, pemerintah mendorong seluruh elemen bangsa untuk berkontribusi dalam menjaga kemandirian pangan nasional.
Dengan capaian produktivitas mencapai 11,2 ton per hektare, Polsek Noyan menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan masyarakat mampu menghasilkan langkah konkret dalam mendukung swasembada pangan.
Polres Sanggau beserta seluruh jajaran Polsek menegaskan kesiapan mereka untuk terus mengawal dan mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia demi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

