Hari Keenam, Tim Gabungan Percepat Penanganan Karhutla di Tayan Hilir


Humas Polres Sanggau - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, terus dilakukan secara intensif. Pada Senin, 14 September 2026, tim gabungan kembali bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan di dua lokasi yang masih menyisakan titik api dan asap.

Penanganan pertama berlangsung sejak sekitar pukul 09.30 WIB hingga selesai di kawasan Bukit Gunung Emas, Dusun Seraya, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir. Kegiatan tersebut merupakan hari keenam penanganan karhutla di lokasi tersebut dengan fokus utama memastikan sisa bara dan titik api tidak kembali membesar.

Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., turun langsung memimpin kegiatan bersama personel Polsek Tayan Hilir. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 27 personel gabungan dikerahkan, melibatkan BKO Yon TP Sanggau, Koramil 1204-07/Tayan Hilir, PT Antam, BPBD Kabupaten Sanggau, serta Pemerintah Kecamatan Tayan Hilir.

Tim menggunakan sejumlah sarana pemadam untuk menjangkau dan membasahi area yang sebelumnya terbakar. Peralatan tersebut meliputi satu unit kendaraan R6 Yon TP Sanggau dengan kapasitas tangki air 5.000 liter, satu unit kendaraan R4 PT Antam, satu unit kendaraan pemadam BPBD, serta satu buah embung terpal milik BPBD.

Di lokasi Bukit Gunung Emas, petugas menemukan tiga spot kecil yang merupakan sisa kebakaran sebelumnya dan masih menyimpan bara serta api. Kondisi lahan berupa tanah mineral dengan vegetasi cukup rapat dan kedalaman bahan yang terbakar sekitar 25 hingga 30 sentimeter. Setelah dilakukan penyemprotan dan pendinginan secara menyeluruh, seluruh sisa api berhasil dipadamkan dengan luas area terdampak sekitar 0,2 hektare.

Kapolsek Tayan Hilir mengungkapkan bahwa, penanganan dilakukan tidak hanya untuk memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan bara di dalam lapisan vegetasi tidak kembali menyala. Menurutnya, kondisi lahan yang memiliki vegetasi rapat membutuhkan proses pendinginan secara menyeluruh agar potensi munculnya api susulan dapat ditekan.

“Setiap titik yang masih mengeluarkan asap maupun menyimpan bara kami pastikan kembali dilakukan pendinginan. Kondisi lahan dan vegetasi membuat bara dapat bertahan, sehingga setelah api terlihat padam, petugas tetap melakukan penyiraman dan pengecekan secara berulang,” ujar Iptu Kusdarwanto.

Penanganan kemudian berlanjut sekitar pukul 12.30 WIB hingga selesai di Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir. Pemadaman di lokasi tersebut merupakan hari kedua setelah sebelumnya ditemukan area yang masih mengeluarkan asap dari bekas kebakaran.


Sebanyak 40 personel terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain Kapolsek beserta personel Polsek Tayan Hilir, tim terdiri atas personel Koramil 1204-07/Tayan Hilir dan BKO Yon TP Sanggau, KPH Sanggau Barat, Damkar PT ICA, Security PT Antam, Kepala Desa Pedalaman, serta masyarakat yang turut membantu proses pemadaman.

Untuk mempercepat penanganan, tim mengerahkan berbagai sarana, antara lain kendaraan R4 Polsek Tayan Hilir berkapasitas 1.000 liter, kendaraan R6 Damkar PT ICA berkapasitas 6.000 liter, kendaraan R4 PT Antam, mesin Robin Polsek Tayan Hilir, mesin Robin Yon TP, kendaraan R4 KPH Sanggau Barat berkapasitas 1.000 liter, kendaraan R4 Koramil 1204-07/Tayan Hilir, serta kendaraan tangki R10 PT MEG dengan kapasitas 16.000 liter.

Kondisi lahan di Dusun Pedalaman juga berupa tanah mineral dengan vegetasi rapat dan kedalaman bahan terbakar sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Area yang terdampak diperkirakan seluas 0,4 hektare, sementara di sejumlah bagian masih ditemukan asap sehingga petugas melakukan penyiraman dan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Iptu Kusdarwanto menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan karhutla di lapangan.

“Penanganan seperti ini membutuhkan kerja bersama. Polisi, TNI, pemerintah, perusahaan, petugas pemadam, KPH, dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Yang terpenting adalah api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lain,” katanya.

Hingga kegiatan selesai, penyebab kebakaran di kawasan Bukit Gunung Emas maupun Dusun Pedalaman belum diketahui. Petugas mencatat kedua lokasi merupakan kawasan hutan atau lahan dengan karakter tanah mineral. Khusus di Dusun Pedalaman, lahan yang terbakar diketahui belum memiliki pemilik dan merupakan lahan adat.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan apabila melihat adanya asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian pemadaman dan pendinginan di dua lokasi tersebut berjalan dengan baik dan melibatkan sinergi lintas sektor. Penanganan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah api kembali muncul, mencegah meluasnya karhutla, sekaligus melindungi kawasan hutan dan lingkungan serta masyarakat di Kecamatan Tayan Hilir. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: