Humas Polres Sanggau - Perhelatan budaya Gawai Umpan Parakng Beliung I Tahun 2026 Kecamatan Toba resmi ditutup dalam sebuah acara yang berlangsung meriah di Rumah Betang Panjang Pang Raem, Dusun Mangkup, Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Senin (8/6/2026) malam. Kegiatan yang menjadi simbol pelestarian budaya masyarakat Dayak tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, pemerintah, hingga dunia usaha.
Penutupan kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu menjadi puncak rangkaian Gawai Umpan Parakng Beliung I yang telah berlangsung selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 Juni 2026. Acara berlangsung penuh nuansa kebersamaan dan menjadi momentum memperkuat identitas budaya serta semangat gotong royong masyarakat Kecamatan Toba.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Toba Ayus, S.Pd., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Yulius Tehau, perwakilan Kapolsek Toba Aipda H. Bernadus, Danramil Toba Kapten Agus Mulyanah, Pastor Lucius Tumanggor, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Toba Julius, Ketua Panitia Bambang Setya, Ketua Mattab Kasianus Bheny, para kepala desa se-Kecamatan Toba, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Bambang Setya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan gawai perdana ini tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat, para donatur, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai elemen yang turut memberikan kontribusi.
Ia juga memaparkan kondisi anggaran penyelenggaraan kegiatan. Dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp133 juta, panitia berhasil menghimpun dana sekitar Rp94 juta melalui dukungan berbagai pihak. Meski masih terdapat kekurangan, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik berkat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Ketua DAD Kecamatan Toba, Julius, menyampaikan bahwa Gawai Umpan Parakng Beliung merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan di Kecamatan Toba. Karena itu, berbagai kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan diharapkan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, gawai bukan sekadar pesta budaya, melainkan identitas dan jati diri masyarakat Dayak yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban hingga seluruh rangkaian kegiatan benar-benar berakhir.
“Budaya adalah warisan yang tidak ternilai harganya. Melalui Gawai Umpan Parakng Beliung ini, kita memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya masih sangat kuat di tengah masyarakat Kecamatan Toba,” ungkap Julius.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Yulius Tehau memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai pelaksanaan gawai menjadi sarana penting dalam memperkuat persatuan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Dalam sambutannya, Camat Toba Ayus, S.Pd., M.M., menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati Sanggau yang tidak dapat hadir secara langsung. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan budaya pertama berskala kecamatan tersebut.
Ayus menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan pendidikan, menjaga nilai-nilai budaya daerah, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.
Penutupan Gawai Umpan Parakng Beliung I Tahun 2026 kemudian dilakukan secara resmi oleh Camat Toba bersama unsur Forkopimcam, panitia, tokoh adat, dan para tamu undangan. Momen tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati area Rumah Betang Panjang Pang Raem.
Selama pelaksanaan gawai, masyarakat disuguhkan berbagai perlombaan dan hiburan budaya, di antaranya pemilihan Bujang dan Ayang, lomba Pangkak Gasing, lomba lagu daerah, lomba menyumpit, lomba Bujang Dara, lomba masakan tradisional, serta berbagai hiburan rakyat yang menampilkan kekayaan budaya Dayak.
Kapolsek Toba, Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Untuk menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung, Polsek Toba telah menempatkan personel pengamanan sesuai surat perintah yang diterbitkan.
“Gawai merupakan momentum yang sangat positif dalam memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta mempererat hubungan antarmasyarakat. Kami dari Polsek Toba berkomitmen memberikan pengamanan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Syukur, hingga penutupan kegiatan dan hiburan berlangsung, situasi tetap aman serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” ujarnya.
Hingga kegiatan hiburan malam masih berlangsung, situasi kamtibmas di lokasi terpantau aman dan kondusif. Keberhasilan penyelenggaraan Gawai Umpan Parakng Beliung I Tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, dan aparat keamanan mampu menghadirkan sebuah perayaan budaya yang sukses sekaligus memperkuat identitas daerah di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

