Humas Polres Sanggau - Polsek Beduai melakukan pengecekan terhadap satu titik hotspot yang terdeteksi melalui data satelit NASA-SNPP di wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (13/8/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengecekan dilaksanakan sekitar pukul 17.50 WIB hingga selesai dengan menggunakan data titik koordinat pada aplikasi pemantauan karhutla. Berdasarkan data Satellite NASA-SNPP, terdeteksi satu titik hotspot dengan tingkat kepercayaan atau confidence medium di wilayah Kecamatan Beduai.
Titik tersebut berada pada koordinat 0.64481 dan 110.23943, tepatnya di Dusun Selabe, Desa Sungai Ilai, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lokasi hotspot merupakan lahan pribadi warga dengan luas sekitar 0,8 hektare.
Dari hasil pemeriksaan, sumber panas diketahui berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang rencananya digunakan untuk keperluan penanaman padi. Saat petugas tiba di lokasi, kondisi api telah padam sehingga tidak ditemukan adanya kobaran api yang masih berlangsung maupun indikasi penyebaran ke lahan di sekitarnya.
Pengecekan lapangan dilakukan Kanit Sabhara Polsek Beduai Aiptu K. Abi bersama Ka SPK Polsek Beduai Aipda Mangun S. Keduanya memastikan kondisi lokasi secara langsung sekaligus melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar titik yang sebelumnya terdeteksi melalui satelit.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., mengatakan pengecekan hotspot merupakan langkah penting untuk memastikan setiap indikasi titik panas dapat segera diverifikasi di lapangan. Menurutnya, data satelit perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung agar kondisi sebenarnya dapat diketahui secara akurat.
“Setiap informasi hotspot akan kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Tujuannya bukan hanya memastikan ada atau tidaknya api, tetapi juga mengetahui sumber panas dan kondisi lahan sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,” ujarnya.
AKP Heri Triyana mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih pada kondisi yang berpotensi menyebabkan api merambat ke area lain. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat karena kebakaran dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila melakukan aktivitas di lahan. Jangan sampai pembakaran untuk kepentingan tertentu justru berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Pengawasan dan kewaspadaan harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Polsek Beduai akan terus melakukan pemantauan terhadap informasi hotspot serta meningkatkan patroli dan koordinasi dengan unsur terkait sebagai langkah antisipasi karhutla. Hasil pengecekan titik hotspot di Dusun Selabe menunjukkan api telah padam, namun kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kecamatan Beduai. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

