Humas Polres Sanggau - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui pengembangan komoditas jagung hibrida di Kabupaten Sanggau. Di Kecamatan Tayan Hulu, Kelompok Tani (Poktan) Senggeng Mandiri memanen jagung hibrida hasil penanaman pada lahan seluas satu hektare di Dusun Ensibo, Desa Peruan Dalam.
Panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 tersebut dilaksanakan pada 7 September 2026 mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas kelompok tani di wilayah Kecamatan Tayan Hulu.
Lahan yang dipanen merupakan lahan milik Poktan Senggeng Mandiri yang diketuai Susi. Jagung tersebut sebelumnya ditanam pada 6 Juni 2026 dengan luas sekitar satu hektare menggunakan sistem tumpang sari, sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna Mauludi diwakili Ps. Kanit Binmas Aipda Khon. Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Peruan Dalam Aipda ARD. Napitu, PPL Desa Peruan Dalam Winarto, Ketua Poktan Senggeng Mandiri Susi, serta anggota kelompok tani.
Proses panen juga disertai kegiatan ubinan yang dilakukan oleh Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tayan Hulu. Ubinan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran potensi hasil produksi jagung dari lahan yang telah ditanami dan menjadi salah satu indikator produktivitas pertanian kelompok.
Berdasarkan hasil pengambilan sampel, plot pertama menghasilkan 2,6 kilogram jagung, sedangkan plot kedua menghasilkan 2,5 kilogram. Dari kedua sampel tersebut diperoleh rata-rata hasil sekitar 2,55 kilogram yang kemudian digunakan sebagai dasar perhitungan estimasi produktivitas lahan.
Dengan menggunakan perhitungan ubinan, potensi hasil panen jagung tongkol basah diperkirakan mencapai sekitar 4,08 ton per hektare. Hasil tersebut menunjukkan adanya produktivitas yang cukup baik dari lahan satu hektare yang dikelola Poktan Senggeng Mandiri dengan sistem tumpang sari.
Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna Mauludi melalui Ps. Kanit Binmas Aipda Khon menyampaikan bahwa kegiatan panen tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam pendampingan pertanian penting agar produktivitas petani dapat terus berkembang.
“Panen ini menjadi bukti bahwa lahan masyarakat dapat dikelola secara produktif untuk menghasilkan pangan. Kami dari kepolisian akan terus mendorong dan mendampingi kelompok tani agar semangat bertani tetap terjaga serta hasil produksi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian dan kelompok tani perlu terus diperkuat, mulai dari tahap penanaman, perawatan hingga pemasaran hasil panen. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Sementara itu, hasil panen jagung Poktan Senggeng Mandiri direncanakan akan dijual secara mandiri ke pasar. Hasil penjualan tersebut selanjutnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan usaha kelompok, termasuk pembiayaan penanaman jagung pada periode berikutnya.
Kegiatan panen jagung hibrida ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan. Melalui optimalisasi lahan produktif dan penguatan peran kelompok tani, Polsek Tayan Hulu bersama para pemangku kepentingan terus mendukung program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

