Lokakarya Mini Triwulan II, Puskesmas Bonti Evaluasi dan Tingkatkan Layanan Kesehatan


Humas Polres Sanggau - Komitmen memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan UPT Puskesmas Bonti di Aula Pertemuan Puskesmas Bonti, Jalan Merdeka, Dusun Bonti Selatan, Desa Bonti, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi forum evaluasi dan koordinasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Bonti. Lokakarya ini juga menjadi agenda rutin triwulanan yang bertujuan menganalisis dan mengevaluasi capaian program kesehatan selama periode April hingga Juni 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Kamelius Tawa, S.Km., Camat Bonti Dominikus, S. Sos., M.A.P., Kapolsek Bonti IPTU Erpan Yudi Asmara, Kepala UPT Puskesmas Bonti Matheus Rinja, S.Km., para kepala desa dan kepala wilayah, Ketua TP PKK di wilayah kerja UPT Puskesmas Bonti, kader Posyandu, serta para bidan desa.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai program kesehatan yang telah berjalan, capaian indikator pelayanan kesehatan masyarakat, tantangan yang dihadapi di lapangan, hingga strategi peningkatan pelayanan yang lebih efektif dan terintegrasi di masa mendatang.

Lokakarya mini lintas sektor menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan unsur keamanan. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai program kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih optimal.

Kapolsek Bonti dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh Polsek Bonti terhadap seluruh program kesehatan yang dilaksanakan pemerintah. Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas di setiap desa akan terus dioptimalkan untuk membantu sosialisasi berbagai program kesehatan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung setiap program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa-desa, kami siap membantu penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga program pemerintah dapat berjalan dengan baik serta didukung situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar IPTU Erpan.

Selain membahas sektor kesehatan, Kapolsek Bonti juga menyampaikan informasi mengenai rencana pelaksanaan Operasi Patuh Tahun 2026.


Ia mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dengan melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, serta menjaga disiplin saat berada di jalan raya.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Erpan turut mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Selain melanggar aturan lalu lintas, penggunaan knalpot tersebut juga dinilai mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan polusi suara yang meresahkan masyarakat.

Kapolsek Bonti juga mensosialisasikan layanan darurat Kepolisian Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Menurutnya, layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan berbagai kejadian seperti tindak kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

Tidak hanya itu, perhatian terhadap generasi muda juga menjadi salah satu fokus yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

IPTU Erpan mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak guna mencegah penyimpangan perilaku seperti perjudian online, kenakalan remaja, hingga penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa.

Melalui pelaksanaan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II Tahun 2026 ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat antara seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Bonti.

Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, serta penuh semangat kolaborasi hingga selesai. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: