Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Semuntai, Kerugian Ditaksir Capai Rp700 Juta


Humas Polres Sanggau Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik warga di Dusun Sungai Akar, Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Selasa (14/7/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB tersebut mengakibatkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp700 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Urip Pratikno (45), warga Dusun Sungai Akar, Desa Semuntai. Kobaran api dengan cepat melalap bangunan beserta sejumlah aset berharga yang berada di dalamnya sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang segera berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sebelum kebakaran terjadi, Urip Pratikno sedang memperbaiki mesin genset di gudang penyimpanan peralatan sound system yang berada di bagian rumahnya. Di sekitar mesin genset tersebut terdapat satu jerigen berisi bahan bakar Pertalite.

Saat mesin genset dicoba untuk dihidupkan, tiba-tiba muncul percikan api yang langsung menyambar jerigen berisi Pertalite. Api kemudian membesar dalam hitungan detik dan membakar peralatan sound system yang tersimpan di dalam gudang sebelum akhirnya merambat ke seluruh bangunan rumah.

Menyadari kobaran api semakin membesar, Urip Pratikno segera berlari keluar rumah untuk memberitahukan istrinya, Siti Aminatun (44), serta anaknya agar menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar.

Teriakan minta tolong tersebut langsung direspons masyarakat yang berdatangan membantu proses evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan sekaligus berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Sejumlah saksi yang berada di lokasi, termasuk Siti Aminatun dan warga sekitar, menyaksikan kobaran api dengan cepat membesar akibat banyaknya material yang mudah terbakar di dalam bangunan. Upaya pemadaman secara mandiri terus dilakukan sembari menunggu kedatangan petugas.

Tak lama berselang, tim gabungan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, serta tim pemadam kebakaran dari PT MPE tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.20 WIB.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh bangunan rumah beserta berbagai aset bernilai tinggi. Di antaranya satu set peralatan sound system, dua unit kendaraan roda empat jenis Grandmax dan L300, serta satu unit sepeda motor Honda MegaPro 150 yang ikut terbakar.

Pemilik rumah memperkirakan total kerugian materi akibat musibah tersebut mencapai kurang lebih Rp700.000.000. Besarnya nilai kerugian dipengaruhi oleh rusaknya bangunan rumah beserta kendaraan, perlengkapan usaha, dan barang-barang berharga lainnya yang tidak sempat diselamatkan.

Kapolsek Mukok, Iptu Firman Susanto, mengatakan bahwa personel Polsek Mukok segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, membantu proses penanganan kebakaran, serta berkoordinasi dengan unsur terkait.

“Peristiwa ini diduga berawal dari percikan api saat mesin genset dinyalakan yang kemudian menyambar jerigen berisi Pertalite di dekatnya hingga api membesar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup besar. Saat ini kami masih melakukan koordinasi bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Sanggau guna memastikan penyebab pasti kebakaran melalui proses penyelidikan,” ungkapnya.

Iptu Firman juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan perbaikan maupun pengoperasian mesin yang menggunakan bahan bakar mudah terbakar. Menurutnya, bahan bakar seperti Pertalite sebaiknya disimpan di tempat yang aman, memiliki ventilasi yang baik, serta dijauhkan dari sumber panas maupun percikan api untuk mencegah kejadian serupa.

Selain langkah penyelidikan, Polsek Mukok juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas yang bersinergi dengan pemerintah desa mengenai upaya pencegahan kebakaran, termasuk pentingnya penyimpanan bahan bakar secara aman, pemeriksaan instalasi listrik, dan kesiapsiagaan warga menghadapi keadaan darurat.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan aspek keselamatan saat melakukan aktivitas yang melibatkan mesin maupun bahan bakar mudah terbakar.

Sinergi cepat antara warga, petugas pemadam kebakaran, BPBD, pihak perusahaan, dan aparat kepolisian berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain sehingga dampak yang lebih besar dapat dihindari. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: