Humas Polres Sanggau - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan Polsek Bonti melalui pendampingan dan pemantauan lahan pertanian produktif di wilayah binaannya. Pada Minggu (14/6/2026), personel Polsek Bonti melaksanakan pengecekan kondisi tanaman jagung hibrida di lahan Demplot I Tahun 2026 yang berada di Dusun Sami, Desa Sami, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari Program 2 Ketahanan Pangan, yakni pemanfaatan lahan produktif guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan memperkuat swasembada pangan. Pengecekan difokuskan pada kondisi tanaman setelah dilakukannya pemupukan tahap ketiga dan aplikasi pestisida untuk mengendalikan serangan hama tikus.
Lahan yang diperiksa merupakan milik petani mitra atas nama Ab Suhadi yang tergabung dalam Kelompok Tani Semangat Baru. Demplot jagung tersebut memiliki luas sekitar satu hektare dan ditanami jagung hibrida varietas Beltras 1 yang saat ini telah memasuki usia 96 hari setelah tanam (HST).
Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas menemukan adanya serangan hama tikus pada sebagian tongkol jagung yang masih muda. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menurunkan kualitas dan hasil panen apabila tidak segera ditangani secara optimal.
Meski demikian, petugas juga mendapati sebagian besar tanaman masih dalam kondisi baik dan tidak terdampak serangan hama. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian yang telah dilakukan petani bersama pendamping lapangan mulai memberikan hasil positif dalam menjaga pertumbuhan tanaman.
Kapolsek Bonti, IPTU Erpan Yudi Asmara, mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala guna memastikan setiap tahapan budidaya tanaman berjalan sesuai rencana dan berbagai kendala yang muncul dapat segera diidentifikasi sejak dini.
“Kami terus melakukan pendampingan dan pengecekan terhadap lahan demplot jagung sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Setiap perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi agar produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga dan hasil panen dapat maksimal,” terangnya.
“Keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada proses penanaman, tetapi juga memerlukan pengawasan berkelanjutan terhadap kondisi tanaman, termasuk penanganan terhadap ancaman hama dan penyakit yang dapat memengaruhi hasil produksi pertanian,” tamabah IPTU Erpan.
Dirinya menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam program pemanfaatan lahan produktif merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Melalui sinergi antara aparat, kelompok tani, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Kegiatan pengecekan tanaman jagung hibrida pada lahan Demplot I Tahun 2026 tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polsek Bonti memastikan akan terus melakukan pendampingan hingga masa panen guna mendukung keberhasilan Program 2 Ketahanan Pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Bonti. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

