Polres Sanggau Siap Kawal Kesuksesan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026


Humas Polres Sanggau - Panitia pelaksana bersama unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta para koordinator kegiatan menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 di Rumah Betang Dori' Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (24/6/2026).

Rapat yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dilaksanakan sebagai langkah pemantapan kesiapan seluruh rangkaian kegiatan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Juli 2026. Agenda ini menjadi forum penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Marselus Junihardi, S.Hut., Wakil Ketua Panitia Dicky, S.Hut., Koordinator Seksi Acara Valentinus Sudarto, Kabag Ops Polres Sanggau AKP Psc. Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P., Kasat Intelkam Polres Sanggau AKP Suprianto, S.H., Danki Brimob Sanggau IPDA Flayianus Hengki, S.E., Pasi Intel Kodim 1204/Sanggau Kapten Inf. Fian Parman Ardiansyah, S.T.Han., serta para koordinator dan seksi pelaksana kegiatan.

Dalam rapat tersebut, panitia membahas berbagai aspek teknis, mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, penataan area Rumah Betang Dori' Mpulor, hingga penyediaan stand bagi kontingen kecamatan yang akan berpartisipasi dalam perhelatan budaya tahunan tersebut.

Selain itu, panitia juga menjelaskan secara rinci berbagai ketentuan adat, tata tertib, serta pantangan yang wajib dipatuhi seluruh peserta dan kontingen. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran kegiatan sekaligus menghormati nilai-nilai budaya Dayak yang menjadi ruh utama pelaksanaan Gawai Adat Nosu Minu Podi.

Masing-masing koordinator dan seksi kemudian memaparkan progres persiapan yang telah dilakukan. Pemaparan tersebut mencakup kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan acara, kebutuhan teknis di lapangan, hingga strategi pelayanan bagi para tamu dan peserta yang akan hadir selama pelaksanaan kegiatan.

Panitia juga mengungkapkan bahwa Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026 diperkirakan akan dihadiri sekitar 100 orang tamu dari Konsulat Jenderal Bidayuh Sarawak, Malaysia. Kehadiran tamu internasional tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam aspek pelayanan dan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Kabag Ops Polres Sanggau menekankan pentingnya pemetaan titik-titik rawan sebagai dasar penempatan pos pengamanan yang efektif selama rangkaian kegiatan berlangsung.


“Kami berharap panitia dapat mengidentifikasi secara detail lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan sehingga penempatan pos pengamanan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Dengan pemetaan yang baik, langkah antisipasi dan pengamanan dapat berjalan lebih optimal,” ujar AKP Kusuma Wibawa.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengaturan waktu kegiatan, khususnya pada agenda malam hari. Menurutnya, kedisiplinan terhadap jadwal yang telah ditetapkan merupakan salah satu upaya preventif untuk menghindari berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Berkaca dari pengalaman penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, pengendalian waktu pelaksanaan kegiatan malam perlu menjadi perhatian bersama. Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai jadwal sehingga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.

AKP Kusuma Wibawa menegaskan bahwa Polres Sanggau siap memberikan dukungan penuh demi menyukseskan pelaksanaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026. Dukungan tersebut mencakup pengamanan, koordinasi lintas sektor, hingga langkah-langkah preventif guna menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Sanggau AKP Suprianto, S.H. menekankan pentingnya kesiapan seluruh panitia menjelang rapat final yang direncanakan berlangsung pada 2 Juli 2026 di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau. Menurutnya, kelengkapan rundown acara akan menjadi dasar penyusunan kajian intelijen dan rencana pengamanan secara menyeluruh.

Selain itu, pihak kepolisian juga meminta agar data tamu asing dari Sarawak, Malaysia, dapat disampaikan kepada aparat keamanan serta dilakukan pengaturan kantong parkir secara terintegrasi melalui satu sistem pengelolaan guna menghindari perbedaan tarif dan memudahkan pengawasan di lapangan.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan panitia, sarana-prasarana, serta sinergitas antara penyelenggara, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Dengan persiapan yang matang, Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung sukses, aman, serta menjadi ajang pelestarian budaya Dayak yang membanggakan masyarakat Kabupaten Sanggau hingga tingkat internasional. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: