IPTU Hudson Siahaan: Ketahanan Pangan Dimulai dari Kekuatan Petani Lokal


Humas Polres Sanggau - Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus menunjukkan hasil positif di Kabupaten Sanggau. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di lahan Kelompok Tani (Poktan) Pokat Bauh, Dusun Semadu, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Senin (22/6/2026).

Kegiatan panen yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut merupakan hasil penanaman jagung hibrida yang dilakukan pada 25 Februari 2026 di lahan seluas satu hektare. Selama kurang lebih empat bulan masa tanam, tanaman jagung mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian serta dukungan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Panen tersebut dihadiri Ketua TPKK Desa Sebuduh Stevi, Ketua Poktan Pokat Bauh Sunarto, perwakilan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lonia Dina, S.P., Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sebuduh Victoria Yeni, S.P., Bhabinkamtibmas Brigpol Julian Tri, Ketua Poktan Sunge Empaot Kool, serta anggota Poktan Pokat Bauh.

Sebagai bagian dari proses evaluasi hasil produksi, tim penyuluh pertanian melaksanakan sistem ubinasi untuk mengetahui estimasi hasil panen secara ilmiah dan terukur. Pengambilan sampel dilakukan pada beberapa titik lahan yang mewakili kondisi tanaman secara keseluruhan.

Dari hasil ubinasi, sampel pertama menghasilkan 8,8 kilogram dan sampel kedua mencapai 6 kilogram. Berdasarkan penghitungan tersebut diperoleh rata-rata hasil sebesar 7,4 kilogram per sampel yang kemudian digunakan sebagai dasar estimasi produktivitas lahan.

Melalui metode pengukuran yang digunakan oleh PPL Desa Sebuduh, diperoleh estimasi hasil panen tongkol basah mencapai sekitar 11,8 ton per hektare. Sementara itu, estimasi hasil panen tongkol kering mencapai 8,9 ton per hektare dan hasil jagung pipil kering diperkirakan mencapai 4,9 ton per hektare.


Capaian tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah Kecamatan Kembayan, khususnya dalam pengembangan komoditas jagung hibrida yang menjadi salah satu komoditas strategis untuk mendukung kebutuhan pangan dan pakan di tingkat daerah maupun nasional.

Kapolsek Kembayan IPTU Hudson Siahaan, S.H. mengatakan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil kolaborasi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Panen jagung hibrida ini menjadi bukti bahwa sinergi yang baik antara petani, penyuluh, pemerintah, dan Polri mampu menghasilkan produktivitas yang optimal. Kami berharap keberhasilan ini dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produksi pertanian guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurut IPTU Hudson Siahaan, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung berbagai program pemerintah yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga, termasuk di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Kegiatan panen ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan serta implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian bangsa melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian dan pemanfaatan lahan secara optimal.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan panen jagung hibrida di lahan Poktan Pokat Bauh diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian produktif sebagai fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: