Semangat Petani Beduai, Panen Jagung Hibrida Didorong Jadi Penggerak Ketahanan Pangan


Humas Polres Sanggau - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan masyarakat di Kabupaten Sanggau. Salah satunya melalui panen jagung hibrida kuartal IV 2026 milik kelompok sukarelawan Agnes Monika dan kawan-kawan di lahan seluas 3 hektare di Dusun Timaga, Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Kamis (29/10/2026).

Panen tersebut merupakan hasil penanaman jagung yang dilakukan pada Kamis, 9 Juli 2026. Masa tanam hingga panen tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketersediaan pangan sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan sektor pertanian.

Kegiatan panen dihadiri personel Polsek Beduai, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Thang Raya Yulita, A.Md., serta kelompok sukarelawan Agnes Monika dan anggota. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung produktivitas pertanian masyarakat di wilayah Kecamatan Beduai.

Dalam kegiatan tersebut, PPL Desa Thang Raya melakukan pengukuran melalui sistem ubinan untuk mengetahui estimasi produktivitas tanaman jagung. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga plot dengan hasil masing-masing 2 kilogram, 1,3 kilogram, dan 1,2 kilogram.

Berdasarkan hasil pengukuran, rata-rata produksi dari tiga plot sampel mencapai sekitar 1,5 kilogram. Dengan perhitungan ubinan, luas lahan 3 hektare tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 7,2 ton jagung.

Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.H., mengatakan panen tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan secara produktif dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di tingkat masyarakat.


“Panen ini menjadi bukti bahwa lahan yang dikelola secara baik dan konsisten dapat menghasilkan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kelompok sukarelawan yang telah menjaga produktivitas lahan hingga memasuki masa panen,” ujarnya.

AKP Heri Triyana menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah hasil panen, tetapi juga dari semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Kepolisian, kata dia, akan terus mendorong kolaborasi dengan kelompok tani, penyuluh, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan semangat gotong royong. Kami berharap hasil panen ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif,” katanya.

Panen jagung tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan. Produktivitas komoditas pertanian di tingkat lokal diharapkan dapat membantu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat yang mengelolanya.

AKP Heri menambahkan bahwa Polsek Beduai siap mendukung kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan pertanian dan ketahanan pangan. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan panen jagung hibrida kuartal IV 2026 di Dusun Timaga tersebut berlangsung aman dan lancar. Dengan estimasi hasil sekitar 7,2 ton dari lahan 3 hektare, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontribusi masyarakat Beduai dalam mendukung ketahanan pangan, swasembada pangan, serta pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: