Humas Polres Sanggau - Polsek Parindu, Polres Sanggau, terus mendukung program ketahanan pangan melalui pemantauan pertumbuhan tanaman jagung di lahan binaan. Pengecekan dilakukan terhadap tanaman jagung berusia 22 hari setelah tanam (HST) di lahan Tumpang Sari Kelompok Tani (Poktan) Usaha Mandiri, Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dilakukan Ps. Kanit Binmas Polsek Parindu Aipda Whelia Fadwija bersama Ketua Poktan Usaha Mandiri, Sukaryono. Pemeriksaan dilakukan secara langsung untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan proses pemeliharaan berjalan sesuai kebutuhan tanaman.
Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar satu hektare. Memasuki usia 22 HST, tanaman terlihat tumbuh relatif merata setelah sebelumnya mendapatkan pemupukan. Tahap berikutnya difokuskan pada pemeliharaan secara rutin, termasuk pengendalian hama dan gulma yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.
Kapolsek Parindu AKP Sutono mengatakan pengecekan secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi tanaman sejak fase awal pertumbuhan. Menurutnya, pemantauan bersama kelompok tani juga menjadi bentuk pendampingan agar setiap kendala di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani.
“Pertumbuhan jagung harus diperhatikan sejak awal karena fase ini sangat menentukan perkembangan tanaman berikutnya. Kami bersama kelompok tani terus memantau kondisi lahan agar pemeliharaan, pemupukan, serta pengendalian hama dan gulma dapat dilakukan secara tepat,” ungkapnya.
Dalam pengecekan tersebut, diketahui tanaman jagung sempat menghadapi kendala akibat kondisi lahan yang mengalami kekeringan setelah penanaman. Situasi tersebut dipengaruhi musim kemarau yang membuat ketersediaan air menjadi salah satu tantangan dalam menjaga pertumbuhan tanaman.
Meski demikian, kelompok tani tetap melakukan penyiraman secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan. Kondisi tanaman juga mulai membaik setelah beberapa kali mendapatkan curah hujan, sehingga pertumbuhan jagung secara bertahap kembali menunjukkan perkembangan yang positif.
AKP Sutono mengapresiasi upaya kelompok tani yang tetap melakukan perawatan di tengah kendala cuaca. Ia menilai ketekunan petani dalam menjaga tanaman menjadi faktor penting agar potensi hasil panen tetap dapat dipertahankan.
“Cuaca memang menjadi salah satu tantangan dalam budidaya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana petani merespons kondisi tersebut. Dengan penyiraman, pemupukan yang cukup, dan perawatan secara konsisten, kami berharap tanaman dapat terus berkembang hingga masa panen,” katanya.
Pendampingan terhadap lahan Poktan Usaha Mandiri tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Polsek Parindu terhadap program swasembada pangan. Kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi turut mendorong masyarakat melalui pemantauan dan komunikasi dengan kelompok tani agar kegiatan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.
Polsek Parindu bersama kelompok tani akan terus memantau perkembangan tanaman hingga memasuki tahap berikutnya. Pengendalian hama dan gulma serta pemenuhan kebutuhan tanaman menjadi perhatian agar pertumbuhan tetap optimal dan hasil produksi sesuai dengan harapan petani.
Kegiatan pengecekan tanaman jagung di Desa Suka Mulya berlangsung aman dan kondusif. Melalui sinergi antara kepolisian dan kelompok tani, pendampingan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

