Humas Polres Sanggau - Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. bersama pejabat utama Polres Sanggau menggelar coffee morning bersama masyarakat sebagai bagian dari tindak lanjut program prioritas Kapolri 100 Hari “Polisi Bersama Masyarakat”. Kegiatan berlangsung di Warkop Aronk Belopa, Jalan Dr. Setia Budi, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 09.20 WIB.
Pertemuan tersebut dihadiri Kasat Intelkam Polres Sanggau AKP Suprianto, S.H., Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Didi Darmadi, A.Md., Ketua KPU Kabupaten Sanggau Iis Supianto, Ketua Bawaslu Kabupaten Sanggau Septiana Ika Kristia, S.Sos., tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan paguyuban, serta awak media.
Forum tersebut menjadi ruang dialog langsung untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, pelayanan kepolisian, hingga dinamika sosial di Kabupaten Sanggau.
Dalam sambutannya, Kapolres Sanggau mengapresiasi kehadiran seluruh peserta dan menegaskan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memperkuat kolaborasi. Menurutnya, coffee morning tidak sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi menjadi forum untuk mendengar persoalan masyarakat secara langsung dan mencari langkah penyelesaian bersama.
“Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pertemuan seremonial. Ini harus menjadi ruang komunikasi dua arah, tempat masyarakat menyampaikan apa yang mereka lihat dan rasakan di lapangan, sementara Polri dapat meresponsnya secara terbuka sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki,” ujar AKBP Kadek Ary.
Kapolres Sanggau juga menekankan bahwa luasnya wilayah Kabupaten Sanggau membuat peran masyarakat menjadi sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menyerahkan urusan keamanan kepada kepolisian, tetapi turut berperan aktif melalui kepedulian lingkungan, komunikasi, serta penyampaian informasi yang dapat membantu pencegahan gangguan kamtibmas sejak dini.
Berbagai persoalan strategis kemudian mengemuka dalam dialog tersebut, di antaranya peredaran narkotika, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), kebakaran hutan dan lahan, pencurian hasil perkebunan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga kebutuhan peningkatan sosialisasi layanan Call Center Polri 110.
Masyarakat juga menyampaikan harapan agar kegiatan dialog antara kepolisian dan masyarakat dapat dilaksanakan secara rutin sehingga persoalan di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat.
Isu narkotika menjadi salah satu perhatian utama peserta. Tokoh masyarakat Julianto dan Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Didi Darmadi menyampaikan perlunya penguatan pencegahan, pengawasan, dan penindakan terhadap peredaran narkoba, terlebih Sanggau merupakan wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan keluar-masuk barang terlarang.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menyatakan akan meneruskan masukan masyarakat kepada satuan terkait untuk dilakukan pendalaman dan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aspirasi lain menyangkut aktivitas PETI yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mencemari sumber air, termasuk di aliran Sungai Sekayam dan Sungai Bemban. Kapolres Sanggau menyatakan bahwa setiap informasi dan pengaduan masyarakat mengenai aktivitas yang diduga melanggar hukum akan didalami oleh fungsi terkait.
“Masukan masyarakat mengenai PETI tentu menjadi perhatian kami. Kami akan melakukan pendalaman dan mengambil langkah penanganan sesuai fakta serta ketentuan hukum, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” katanya.
Persoalan karhutla juga menjadi sorotan dalam forum tersebut. Kapolres menjelaskan bahwa Polres Sanggau bersama jajaran dan instansi terkait terus melakukan langkah pencegahan, pengawasan, serta penegakan hukum.
Hingga saat ini, lanjutnya, Polres Sanggau telah melakukan penyidikan terhadap enam laporan polisi terkait dugaan pelanggaran dalam penanganan karhutla oleh korporasi. Upaya tersebut, kata dia, akan terus berjalan secara terukur sebagai bagian dari perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, masyarakat turut menyampaikan keresahan terkait maraknya pencurian buah-buahan dan penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu ketenteraman. Menanggapi hal tersebut, Polres Sanggau berkomitmen meningkatkan patroli, pencegahan, penertiban, serta penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan.
AKBP Kadek Ary juga menyampaikan bahwa layanan Call Center Polri 110 akan kembali diperkenalkan secara lebih masif melalui jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas agar masyarakat mengetahui saluran pelaporan yang dapat digunakan ketika membutuhkan kehadiran kepolisian.
Dalam bidang kepemiluan, Ketua KPU Kabupaten Sanggau Iis Supianto dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sanggau Septiana Ika Kristia menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan koordinasi antara penyelenggara pemilu, Polri, dan unsur terkait.
Kapolres menyatakan Polres Sanggau siap memperkuat sinergi bersama KPU, Bawaslu, dan lembaga terkait, termasuk dalam menghadapi tahapan persiapan pemilu serta mendukung pelaksanaan tugas Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Terkait pemutakhiran data pemilih bagi personel Polri, Polres Sanggau juga akan melakukan koordinasi melalui Bag SDM sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, sejumlah perwakilan organisasi masyarakat dan paguyuban mendorong agar kegiatan serupa dapat diagendakan secara berkala. Ketua Ormas G3 Kabupaten Sanggau Purn. Wardaya, Pengurus Paguyuban Sunda Asep, Pengurus IKBM Kabupaten Sanggau Boy, serta tokoh masyarakat lainnya menilai forum dialog seperti ini efektif untuk memperkuat kedekatan, memperluas komunikasi, sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menutup kegiatan, Kapolres Sanggau menegaskan bahwa Polres Sanggau membuka ruang selebar-lebarnya terhadap kritik, saran, masukan, dan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman.
“Kami mengapresiasi setiap masukan yang disampaikan. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya oleh Polri. Karena itu, kolaborasi, keterbukaan, dan komunikasi yang konsisten menjadi kunci agar kita dapat menjaga Kabupaten Sanggau tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Melalui coffee morning tersebut, Polres Sanggau kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepolisian yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan di lapangan, serta terbuka terhadap kritik dan aspirasi.
Sinergi antara Polri, pemerintah, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media, dan seluruh elemen warga diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sanggau secara berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

