Kapolsek Toba Ajak 384 Pelajar SMPN 1 Toba Berani Tolak Bullying


Humas Polres Sanggau - Upaya mencegah perundungan di lingkungan sekolah terus dilakukan Polsek Toba melalui program Police Goes to School. Kali ini, jajaran Polsek Toba menyambangi SMPN 1 Toba di Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Senin (19/10/2026) pagi, untuk mengajak ratusan pelajar berani menolak bullying dan membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman serta bebas dari kekerasan.

Kegiatan dihadiri langsung Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., bersama sejumlah personel Polsek Toba. Kedatangan jajaran kepolisian disambut Kepala Sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMPN 1 Toba.

Sebanyak 384 siswa dan 23 guru mengikuti kegiatan tersebut. Para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan, sekaligus membangun keberanian untuk menolak segala bentuk tindakan perundungan.

Dalam penyampaiannya, Kapolsek Toba menjelaskan bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari tindakan fisik, perkataan yang merendahkan, pengucilan dalam pergaulan hingga perundungan melalui media sosial. Karena itu, para siswa diminta mengenali bentuk-bentuk bullying agar tidak menjadi pelaku maupun korban.

Iptu Arnold Rocky Montolalu juga mengajak para pelajar berani bersikap apabila melihat atau mengalami perundungan. Menurutnya, keberanian untuk berbicara dan melapor kepada guru, orang tua maupun pihak yang dipercaya merupakan langkah penting untuk menghentikan bullying sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.

“Jangan diam ketika melihat teman menjadi korban perundungan. Jangan pula menganggap bullying sebagai bagian dari pertemanan atau sekadar bercanda. Kita harus berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang menyakiti orang lain dan segera mencari bantuan ketika menghadapi persoalan,” ujarnya.


Selain persoalan bullying, Kapolsek mengingatkan siswa agar selektif dalam memilih lingkungan pergaulan. Para pelajar juga diminta menggunakan media sosial secara bijak, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, serta menghindari konten maupun aktivitas digital yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kapolsek Toba menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya perundungan. Menurutnya, pihak sekolah harus memberikan respons tegas dan tepat apabila menemukan kasus bullying sehingga persoalan dapat segera diselesaikan dan tidak berkembang menjadi tindakan yang lebih serius.

“Sekolah harus menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh dan merasa aman. Karena itu, apabila ada persoalan perundungan, jangan dibiarkan. Guru, sekolah, orang tua dan kepolisian harus bersama-sama memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak,” kata Iptu Arnold Rocky Montolalu.

Melalui kegiatan Police Goes to School tersebut, Polsek Toba berharap seluruh siswa SMPN 1 Toba mampu memahami dampak buruk bullying, berani menolak perundungan, lebih bijak dalam memilih teman serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua dan pelajar diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari bullying, aman, nyaman dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: