Hasilkan Estimasi 2 Ton per Hektare, Panen Jagung Poktan Usaha Baru Dorong Petani Terus Produktif


Humas Polres Sanggau - Perkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian terus dilakukan bersama masyarakat di Kabupaten Sanggau. Di Kecamatan Tayan Hulu, Kelompok Tani (Poktan) Usaha Baru melaksanakan panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 di Dusun Kubing, Desa Peruan Dalam, Rabu (30/9/2026).

Panen yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di lahan Poktan Usaha Baru yang diketuai M. Darius. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas lahan pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan melalui keterlibatan aktif kelompok tani dan berbagai unsur pendamping di tingkat desa.

Jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman pada Sabtu, 30 Mei 2026, dengan luas lahan sekitar satu hektare. Penanaman dilakukan menggunakan sistem tumpang sari, sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan komoditas pertanian yang memberikan nilai manfaat bagi anggota kelompok tani.

Kegiatan panen tersebut dihadiri Ps Kanit Binmas Polsek Tayan Hulu Aipda Khon yang mewakili Kapolsek Tayan Hulu, Bhabinkamtibmas Desa Peruan Dalam Aipda Ard. Napitu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Peruan Dalam Winarto, Ketua Poktan Usaha Baru M. Darius, serta sejumlah anggota kelompok tani.

Selain melakukan panen, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pengukuran hasil melalui sistem ubinan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tayan Hulu. Metode tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran produktivitas tanaman berdasarkan sampel yang diambil dari lahan pertanian.

Berdasarkan hasil pengukuran, pada plot atau sampel pertama diperoleh hasil sebesar 1,2 kilogram, sedangkan plot atau sampel kedua menghasilkan 1,3 kilogram. Dari kedua sampel tersebut diperoleh rata-rata hasil ubinan sebesar 1,25 kilogram.


Dengan menggunakan perhitungan estimasi hasil per hektare, yakni rata-rata hasil ubinan dikalikan 1.600, diperoleh perkiraan produktivitas jagung tongkol basah sekitar 2 ton per hektare. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator produktivitas lahan yang dikelola Poktan Usaha Baru sekaligus bahan evaluasi untuk pengembangan penanaman pada periode berikutnya.

Kapolsek Tayan Hulu melalui Ps Kanit Binmas Aipda Khon menyampaikan bahwa kegiatan panen tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan. Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga konsistensi dalam perawatan, panen dan pengelolaan hasil.

“Panen ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung hasil kerja masyarakat dalam memanfaatkan lahan pertanian. Kami dari kepolisian akan terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan serta mendorong kelompok tani agar semakin produktif dan mampu mengembangkan hasil pertaniannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil panen yang diperoleh Poktan Usaha Baru selanjutnya akan dipasarkan secara mandiri ke pasar. Pendapatan dari hasil penjualan tersebut diharapkan dapat membantu keberlanjutan usaha kelompok, termasuk menjadi modal untuk mendukung kegiatan penanaman jagung pada periode berikutnya.

“Yang terpenting bukan hanya menghasilkan panen, tetapi bagaimana hasil tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani dan terus diputar untuk kegiatan pertanian berikutnya. Dengan demikian, kegiatan ini dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberi dampak bagi ketahanan pangan masyarakat,” tambahnya.

Panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 di lahan Poktan Usaha Baru tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Sinergi antara kelompok tani, penyuluh pertanian dan kepolisian diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan secara produktif demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: