Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape


Humas Polres Sanggau - Warga Dusun Lape, Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dikejutkan dengan penemuan seorang pria berinisial PA (48) dalam kondisi meninggal dunia di sekitar jalan gang penghubung RT 003 menuju RT 005, Senin (28/9/2026) pagi.

Informasi mengenai penemuan tersebut diterima Polsek Kapuas sekitar pukul 08.32 WIB. Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Kapuas bersama Pamapta III Polres Sanggau Ipda Rizki Yusuf Dwi Nuranto, S.Tr.I.K., personel piket, Unit Inafis Polres Sanggau, dan Satuan Lantas Polres Sanggau segera mendatangi lokasi kejadian.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan korban dalam posisi telungkup dan tertimpa satu unit sepeda motor dengan nomor polisi KB 3109 DL. Lokasi penemuan berada di jalan gang yang menjadi akses penghubung antar-RT dan terdapat jembatan yang diketahui telah terputus atau roboh.

Menurut keterangan Kepala Wilayah Dusun Lape, Ades, lokasi tersebut merupakan jalan gang yang menghubungkan RT 003 dengan RT 005. Kondisi jembatan yang terputus menjadi salah satu bagian penting yang diperiksa petugas untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan korban berada di lokasi tersebut.

Penemuan korban pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial HT (50) yang saat itu berjalan kaki menuju warung untuk berbelanja. Saat melintas di sekitar jembatan yang telah roboh, saksi melihat korban dalam posisi telungkup dengan sepeda motor berada di atas tubuh korban.

Melihat kondisi tersebut, HT kemudian memberitahukan penemuan itu kepada warga sekitar dan menghubungi Polsek Kapuas. Laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi serta mengamankan lokasi guna dilakukan pemeriksaan awal.

Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, S.H., bersama Ipda Rizki Yusuf Dwi Nuranto dan personel terkait kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, memeriksa kondisi korban, serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi. Penanganan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan setiap informasi dan kondisi di lapangan dapat didokumentasikan dengan baik,” ujar Iptu Marianus.


Berdasarkan pemeriksaan awal Unit Inafis Polres Sanggau bersama petugas medis dari Puskesmas Pembantu Desa Lape, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, petugas menemukan luka pada bagian kepala yang diduga berkaitan dengan benturan keras pada permukaan jalan beton.

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan terhadap keluarga, diketahui korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya, SY (45), pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB untuk bersantai bersama teman-temannya di kawasan ramp kelapa sawit. Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa tidak terdapat permasalahan rumah tangga maupun persoalan dengan pihak lain yang diketahui sebelum kejadian.

Petugas turut meminta keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya SY (45), LJU (40), dan HT (50), untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa. Keterangan para saksi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari bahan pendalaman yang dilakukan kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga korban mengalami kecelakaan setelah mengendarai sepeda motor di sekitar jalan gang yang memiliki jembatan dalam kondisi terputus. Korban diduga mengalami benturan pada bagian kepala dan kemudian tertimpa sepeda motor, namun penyebab pasti kematian masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Iptu Marianus mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak medis serta pendalaman terhadap keterangan saksi dan keluarga untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga terus memonitor perkembangan situasi agar tidak muncul persoalan lanjutan di tengah keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Untuk penyebab pasti meninggalnya korban, kami masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, keterangan saksi, keluarga, dan pihak medis. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan sendiri dan menyerahkan proses penanganannya kepada petugas,” katanya.

Setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka guna dimandikan dan disemayamkan. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menyalahkan ataupun menuntut pihak manapun. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: