Panen Jagung Hibrida di Tayan Hulu Capai Estimasi 6,4 Ton per Hektare, Perkuat Ketahanan Pangan Sanggau


Humas Polres Sanggau - Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 di lahan Kelompok Tani Jat Raya, Dusun Simpang Bungan, Desa Peruan Dalam, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, menghasilkan estimasi produksi 6,4 ton per hektare berdasarkan hasil ubinan, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan panen yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan pada Kamis, 16 April 2026, dengan luas lahan mencapai 1 hektare. Panen ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Ps. Kanit Binmas Polsek Tayan Hulu Aipda Khon mewakili Kapolsek Tayan Hulu, Kepala BPP Kecamatan Tayan Hulu Williem, S.P., Kepala Desa Peruan Dalam Robert J., Bhabinkamtibmas Desa Peruan Dalam Aipda Ard Napitu, PPL Desa Peruan Dalam Winarto, Kawil Simpang Bungan Menas Aji, serta anggota Kelompok Tani Jat Raya.

Sebelum pelaksanaan panen, BPP Kecamatan Tayan Hulu melakukan sistem ubinan untuk menghitung potensi hasil produksi jagung secara lebih terukur. Metode tersebut dilakukan melalui pengambilan sampel pada sejumlah plot tanaman yang mewakili kondisi lahan.

Berdasarkan hasil pengukuran, sampel pertama menghasilkan 4,2 Kilogram dan sampel kedua 3,8 kilogram. Dari hasil tersebut diperoleh rata-rata hasil ubinan sebesar 4 Kilogram yang kemudian digunakan sebagai dasar perhitungan potensi produksi per hektare.

Dengan menggunakan rumus perhitungan ubinan, estimasi hasil panen jagung tongkol basah mencapai sekitar 6,4 ton per hektare. Hasil tersebut menjadi gambaran produktivitas lahan sekaligus motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan tanaman jagung.


Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna Mauludi mengatakan, kehadiran kepolisian dalam kegiatan panen tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.

“Panen ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui kerja nyata dan kolaborasi. Polri akan terus mendukung para petani serta berbagai pihak yang berupaya meningkatkan produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan masyarakat,” ujar Iptu Trisna Mauludi.

Ia menambahkan, sinergi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, BPP, dan kepolisian menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap hasil panen ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani untuk terus mengembangkan komoditas jagung. Upaya tersebut sejalan dengan semangat mendukung swasembada pangan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sanggau.

Keberhasilan panen diharapkan dapat memperkuat semangat masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas pangan secara berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: