Humas Polres Sanggau - Polsek Beduai bersama kelompok Sukarelawan Moh. Riadi dan jajaran penyuluh pertanian melaksanakan panen jagung hibrida Kuartal III Tahun 2026 di lahan demplot Polsek Beduai, Dusun Timaga, Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan dan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Sanggau.
Panen tersebut merupakan hasil penanaman jagung hibrida yang dilakukan pada Kuartal II Tahun 2026, tepatnya Senin (4/5/2026), dengan luas lahan mencapai 2 hektare. Pengelolaan lahan dilakukan bersama kelompok Sukarelawan Moh. Riadi dan sejumlah pihak terkait sebagai bentuk sinergi dalam mendorong produktivitas pertanian sekaligus memperkuat pemanfaatan lahan untuk pangan.
Kegiatan panen turut dihadiri Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., Koordinator BPP Kecamatan Beduai Dewi Puspitasari, S.P., personel Polsek Beduai, PPL Desa Thang Raya Yulita, A.Md., serta kelompok Sukarelawan Moh. Riadi dan anggota. Kehadiran unsur kepolisian dan pertanian menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan hingga tingkat desa.
Untuk mengetahui potensi produksi lahan secara lebih terukur, petugas pertanian melaksanakan pengukuran dengan metode ubinan. Proses tersebut dilakukan oleh Koordinator BPP Kecamatan Beduai Dewi Puspitasari, S.P., bersama PPL Desa Thang Raya Yulita, A.Md., dengan mengambil sejumlah plot atau sampel sebagai dasar perhitungan hasil panen.
Dari hasil pengukuran, sampel pertama menghasilkan 4,5 kilogram jagung, sampel kedua 5,5 kilogram, sedangkan sampel ketiga mencapai 6,5 kilogram. Dari tiga sampel tersebut diperoleh rata-rata hasil ubinan sebesar 5,5 kilogram yang kemudian menjadi dasar untuk memperkirakan total produktivitas lahan seluas 2 hektare.
Berdasarkan perhitungan hasil ubinan tersebut, estimasi produksi jagung hibrida pada lahan demplot mencapai sekitar 17,6 ton. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif dalam pemanfaatan lahan demplot serta menunjukkan potensi produksi jagung yang dapat terus dikembangkan melalui pengelolaan pertanian yang tepat dan berkelanjutan.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., mengatakan panen jagung tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian, kelompok masyarakat, dan pemerintah di tingkat desa diperlukan agar program ketahanan pangan dapat memberikan hasil yang nyata.
“Panen ini merupakan hasil kerja bersama yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Kami ingin lahan demplot tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi contoh bahwa sinergi antara kepolisian, kelompok masyarakat dan penyuluh pertanian dapat mendorong produktivitas serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar AKP Heri Triyana.
Ia menambahkan, keberhasilan panen tersebut diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk semakin aktif memanfaatkan lahan produktif dan mengembangkan budidaya tanaman pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.
Kegiatan panen jagung hibrida Kuartal III Tahun 2026 di lahan demplot Polsek Beduai tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada pangan dan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, pengembangan sektor pertanian di tingkat lokal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

