Humas Polres Sanggau - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Salah satunya melalui panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan Desa Balai Tinggi, tepatnya di Dusun Mayak, Kecamatan Meliau, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan unsur pendamping, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta kelompok pelaksana kegiatan. Panen menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan di wilayah Kecamatan Meliau.
Lahan jagung yang dipanen memiliki luas sekitar 1,5 hektare. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bintara Pendamping Aipda Riyanto, Kepala BPP Kecamatan Meliau Iza Kurniawi, SST., Kepala Desa Balai Tinggi Y. Lukas, PPL Desa Balai Tinggi Iza, Kepala Wilayah Dusun Mayak Dani, serta anggota TPK.
Dalam pelaksanaannya, BPP dan PPL Kecamatan Meliau melakukan pengukuran melalui sistem ubinan untuk memperoleh gambaran produktivitas tanaman. Dari tiga plot atau sampel yang diambil, diperoleh hasil masing-masing 5,2 Kilogram, 5,5 Kilogram, dan 5 Kilogram dengan rata-rata hasil sekitar 5 kilogram per sampel.
Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, estimasi produksi tongkol basah mencapai sekitar 8,3 ton per hektare. Setelah melalui perhitungan susut dan kondisi tongkol kering, produksi diperkirakan sekitar 6,27 ton per hektare, sedangkan estimasi hasil pipil kering berada di kisaran 4,64 ton per hektare.
Hasil tersebut menunjukkan potensi produktivitas lahan jagung di Desa Balai Tinggi yang cukup menjanjikan. Selain menjadi indikator keberhasilan budidaya, hasil panen juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta memperkuat ketersediaan pangan di tingkat lokal.
Kapolsek Meliau Iptu Supar mengatakan, kegiatan panen jagung merupakan momentum penting untuk membangun semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Kepolisian, kata dia, siap mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.
“Panen ini bukan sekadar melihat hasil produksi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja bersama antara masyarakat, pemerintah desa, penyuluh dan seluruh pihak dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kami dari Polsek Meliau siap mendukung upaya masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan secara produktif serta meningkatkan pendampingan kepada petani. Sinergi lintas sektor juga dinilai penting agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan panen, tetapi berlanjut pada pengelolaan, peningkatan produktivitas, hingga pemasaran hasil pertanian.
Pelaksanaan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan dan swasembada pangan sekaligus sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, penyuluh, pemerintah desa dan masyarakat, sektor pertanian diharapkan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketersediaan pangan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

