Humas Polres Sanggau - Personel Polsek Toba, Polres Sanggau, melakukan
verifikasi dan pengecekan sejumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di
wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai untuk
memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus mencegah potensi kebakaran
hutan dan lahan (Karhutla) meluas.
Pengecekan dilakukan menyusul munculnya sejumlah titik hotspot berstatus
medium yang terpantau melalui aplikasi LANCANG KUNING. Personel Polsek Toba
turun langsung ke lokasi dengan mencocokkan titik koordinat yang terpantau
dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Di Dusun Kelapuk, Desa Kampung Baru, ditemukan tiga titik hotspot yang
berada dalam satu hamparan, masing-masing pada koordinat -0,35978 109,93571,
-0,3613 109,93517, dan -0,35876 109,93362. Setelah dilakukan pemeriksaan,
kondisi api di lokasi tersebut telah padam.
Pengecekan kemudian dilakukan di Dusun Bagan Asam, Desa Bagan Asam. Dua
titik hotspot berstatus medium yang berada dalam satu hamparan ditemukan pada
koordinat -0,35802 110,03378 dan -0,35985 110,0351. Saat petugas tiba di
lokasi, tidak ditemukan api yang masih menyala dan kondisi kebakaran telah
padam.
Selanjutnya, petugas mendatangi Dusun Mungguk Pasir, Desa Teraju, yang
terpantau memiliki tiga titik hotspot dalam satu hamparan. Ketiga titik
tersebut berada pada koordinat -0,29034 110,05909, -0,29144 110,0591, dan
-0,292 110,06266. Di lokasi ini, personel Polsek Toba bersama masyarakat
melakukan pemadaman terhadap sisa bara yang masih mengeluarkan asap.
Pengecekan berlanjut ke Dusun Mangkup, Desa Teraju, yang memiliki empat
titik hotspot dalam satu hamparan. Keempat titik berstatus medium tersebut
berada pada koordinat -0,26897 110,15726, -0,27003 110,16007, -0,26726
110,16233, dan -0,26684 110,17176. Hasil pemeriksaan menunjukkan api di lokasi
telah dalam keadaan padam.
Dua titik hotspot lainnya ditemukan di wilayah Dusun Kemantan, Desa
Bagan Asam, masing-masing pada koordinat -0,41408 110,10506 dan -0,41464
110,10862. Saat dilakukan pengecekan, masih terdapat sisa bara yang
mengeluarkan asap sehingga personel Polsek Toba bersama masyarakat langsung
melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan bara tidak kembali memicu
api.
Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., mengatakan
pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan setiap informasi hotspot yang
terpantau dapat segera diverifikasi secara faktual. Menurutnya, status hotspot
pada aplikasi menjadi informasi awal yang harus ditindaklanjuti dengan
pemeriksaan langsung di lokasi.
“Setiap titik yang terpantau kami tindak lanjuti dengan pengecekan
langsung. Yang menjadi perhatian bukan hanya api yang terlihat, tetapi juga
sisa bara dan asap yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pendataan, pemeriksaan
lokasi, berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat serta menggali
informasi mengenai keberadaan titik hotspot. Kapolsek menegaskan bahwa respons
cepat dan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah Karhutla
berkembang lebih luas.
“Kami mengajak masyarakat
untuk segera melaporkan apabila melihat api atau asap di sekitar lahan. Semakin
cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat
dilakukan,” tukas Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)

