17 Hotspot Berstatus Medium Diverifikasi, Polsek Toba Pastikan Api Tak Meluas


Humas Polres Sanggau - Personel Polsek Toba, Polres Sanggau, melakukan verifikasi dan pengecekan sejumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meluas.

Pengecekan dilakukan menyusul munculnya sejumlah titik hotspot berstatus medium yang terpantau melalui aplikasi LANCANG KUNING. Personel Polsek Toba turun langsung ke lokasi dengan mencocokkan titik koordinat yang terpantau dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Di Dusun Kelapuk, Desa Kampung Baru, ditemukan tiga titik hotspot yang berada dalam satu hamparan, masing-masing pada koordinat -0,35978 109,93571, -0,3613 109,93517, dan -0,35876 109,93362. Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi api di lokasi tersebut telah padam.

Pengecekan kemudian dilakukan di Dusun Bagan Asam, Desa Bagan Asam. Dua titik hotspot berstatus medium yang berada dalam satu hamparan ditemukan pada koordinat -0,35802 110,03378 dan -0,35985 110,0351. Saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan api yang masih menyala dan kondisi kebakaran telah padam.

Selanjutnya, petugas mendatangi Dusun Mungguk Pasir, Desa Teraju, yang terpantau memiliki tiga titik hotspot dalam satu hamparan. Ketiga titik tersebut berada pada koordinat -0,29034 110,05909, -0,29144 110,0591, dan -0,292 110,06266. Di lokasi ini, personel Polsek Toba bersama masyarakat melakukan pemadaman terhadap sisa bara yang masih mengeluarkan asap.

Pengecekan berlanjut ke Dusun Mangkup, Desa Teraju, yang memiliki empat titik hotspot dalam satu hamparan. Keempat titik berstatus medium tersebut berada pada koordinat -0,26897 110,15726, -0,27003 110,16007, -0,26726 110,16233, dan -0,26684 110,17176. Hasil pemeriksaan menunjukkan api di lokasi telah dalam keadaan padam.


Dua titik hotspot lainnya ditemukan di wilayah Dusun Kemantan, Desa Bagan Asam, masing-masing pada koordinat -0,41408 110,10506 dan -0,41464 110,10862. Saat dilakukan pengecekan, masih terdapat sisa bara yang mengeluarkan asap sehingga personel Polsek Toba bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan bara tidak kembali memicu api.

Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., mengatakan pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan setiap informasi hotspot yang terpantau dapat segera diverifikasi secara faktual. Menurutnya, status hotspot pada aplikasi menjadi informasi awal yang harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi.

“Setiap titik yang terpantau kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Yang menjadi perhatian bukan hanya api yang terlihat, tetapi juga sisa bara dan asap yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pendataan, pemeriksaan lokasi, berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat serta menggali informasi mengenai keberadaan titik hotspot. Kapolsek menegaskan bahwa respons cepat dan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah Karhutla berkembang lebih luas.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat api atau asap di sekitar lahan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” tukas Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: