Personel BKO Brimob Polri Padamkan Karhutla di Tayan Hilir, Api Berhasil Dikendalikan


Humas Polres Sanggau - Personel BKO Pasukan Brimob II bersama jajaran Polsek Tayan Hilir, Polres Sanggau, dan masyarakat bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Dusun Danau Teluk, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (28/8/2026) malam hingga Sabtu (29/8/2026) dini hari.

Penanganan dilakukan setelah adanya informasi mengenai titik api di kawasan tersebut. Sebanyak 15 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api. Kegiatan dipimpin Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., dengan dukungan 13 personel BKO Pasukan Brimob II, 5 personel Polsek Tayan Hilir, serta masyarakat setempat.

Personel mulai bergerak menuju lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan, tim tiba di titik kebakaran sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan penanganan agar api tidak meluas ke area lahan lainnya.

Pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa air dan tandon air. Selain memadamkan api yang masih menyala, personel juga melakukan pembasahan secara menyeluruh pada area yang terbakar guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama pada bagian lahan yang berpotensi menyimpan bara.

Lokasi kebakaran berada di kawasan Dusun Danau Teluk dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,4 hektare. Berkat kerja sama personel dan masyarakat di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kapolsek Tayan Hilir mengatakan penanganan dilakukan dengan mengutamakan pengendalian api sekaligus memastikan area yang telah terbakar benar-benar aman. Menurutnya, kondisi lahan menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman membutuhkan ketelitian.

“Pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat, tetapi juga dilanjutkan dengan pembasahan lahan secara menyeluruh. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal dan berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujar Iptu Kusdarwanto.


Ia menjelaskan, tim menghadapi sejumlah kendala selama menuju dan menangani lokasi kebakaran. Jarak titik api yang cukup jauh serta kondisi medan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat membuat personel harus menyesuaikan pola penanganan di lapangan.

“Medan cukup berat karena kendaraan roda empat tidak dapat mencapai titik api secara langsung. Selain itu, ketebalan tanah gambut di lokasi diperkirakan mencapai satu meter, sehingga proses pembasahan harus dilakukan secara maksimal agar api tidak kembali muncul dari dalam lapisan tanah,” katanya.

Setelah api berhasil dikendalikan dan proses pembasahan dinilai cukup, personel menyelesaikan kegiatan sekitar pukul 00.30 WIB. Selanjutnya, seluruh personel kembali ke Polsek Tayan Hilir dan melaksanakan apel konsolidasi sekitar pukul 01.00 WIB untuk memastikan kondisi personel maupun hasil penanganan di lapangan.

Iptu Kusdarwanto menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya aparat. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan kepulan asap atau titik api sekecil apa pun agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Upaya pencegahan menjadi kunci. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sebelum api meluas,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, proses pemadaman berjalan aman dan lancar, sementara seluruh personel yang terlibat dalam penanganan dilaporkan dalam kondisi sehat dan baik. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: