Panen Jagung Hibrida Kuartal II di Tayan Hulu Capai Estimasi 10,72 Ton, Wujud Sinergi Polri Dukung Ketahanan Pangan


Humas Polres Sanggau - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kolaborasi antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan Poktan/Sukarelawan milik Suwito, Dusun Moling, Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Rabu (22/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Panen tersebut merupakan hasil budidaya jagung hibrida yang ditanam sejak Jumat, 10 April 2026 di atas lahan seluas dua hektare. Setelah melalui proses perawatan dan pendampingan secara berkelanjutan, tanaman jagung memasuki masa panen dengan produktivitas yang menunjukkan hasil positif.

Kegiatan dihadiri Kapolsek Tayan Hulu IPTU Trisna Mauludi, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tayan Hulu Williem, S.P., anggota Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), personel Polsek Tayan Hulu, serta Sukarelawan sekaligus pemilik lahan, Suwito. Kehadiran seluruh pihak mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

Suasana panen berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Jagung yang dipanen merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang secara konsisten didorong melalui kerja sama lintas sektor guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mengetahui tingkat produktivitas lahan, tim Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tayan Hulu melakukan pengukuran menggunakan metode ubinasi. Dari dua plot sampel yang diperiksa diperoleh hasil masing-masing sebesar 3,2 kilogram dan 3,5 kilogram, sehingga menghasilkan rata-rata sekitar 3,35 kilogram per sampel.


Berdasarkan hasil perhitungan ubinasi, estimasi produktivitas mencapai sekitar 5,36 ton tongkol basah per hektare. Dengan luas lahan dua hektare, total estimasi hasil panen mencapai 10,72 ton, sebuah capaian yang dinilai cukup baik dan menjadi indikator keberhasilan pengelolaan budidaya jagung hibrida di wilayah tersebut.

Kapolsek Tayan Hulu IPTU Trisna Mauludi mengatakan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bukti nyata kolaborasi yang baik antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan para petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui sinergi bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian, kami berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujar IPTU Trisna Mauludi.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen ini diharapkan menjadi motivasi bagi para petani lainnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi budidaya yang lebih baik, pendampingan dari penyuluh, serta semangat gotong royong dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.

Kegiatan panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 ini menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah, penyuluh pertanian, dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat yang konkret. Melalui dukungan terhadap ketahanan pangan, Polsek Tayan Hulu menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam mewujudkan pertanian yang produktif, mendukung swasembada pangan, serta memperkuat implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia demi kesejahteraan masyarakat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: