Humas Polres Sanggau - Polsek Tayan Hulu melaksanakan patroli sekaligus monitoring ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, stok tetap tersedia, serta mengantisipasi potensi kelangkaan maupun aksi panic buying di tengah masyarakat.
Monitoring diawali di SPBU 64.785.01 yang berada di Dusun Moling, Desa Sosok. Berdasarkan hasil pemantauan petugas, SPBU tersebut beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga 05.00 WIB atau selama 22 jam setiap harinya. Aktivitas pengisian bahan bakar berlangsung normal dengan antrean kendaraan yang terpantau tertib tanpa adanya penumpukan.
Dari hasil pengecekan di SPBU tersebut, stok Pertalite masih tersedia sebanyak 6.096 Liter, Bio Solar sebanyak 5.307 liter, Pertamax sebanyak 5.211 liter, sementara Dexlite untuk sementara dalam kondisi kosong. Ketersediaan stok dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Tayan Hulu.
Patroli kemudian dilanjutkan ke SPBU 64.785.13 yang berada di Dusun Tanjung, Desa Binjai. SPBU ini beroperasi selama 24 jam penuh dan berdasarkan hasil monitoring, aktivitas pengisian kendaraan berlangsung lancar dengan antrean yang relatif landai sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Adapun stok BBM di SPBU Dusun Tanjung tercatat masih tersedia untuk Bio Solar sebanyak 5.307 Liter dan Pertamax sebanyak 5.211 liter. Sementara itu, stok Pertalite masih dalam kondisi kosong. Meski demikian, kondisi tersebut tidak memicu lonjakan antrean ataupun kepanikan masyarakat karena distribusi BBM secara umum masih berjalan dengan baik.
Dalam monitoring tersebut, petugas juga memastikan harga BBM yang berlaku masih sesuai dengan ketentuan resmi per 25 Juli 2026, yakni Pertalite bersubsidi Rp10.000 per liter, Bio Solar bersubsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertadex Rp25.350 per liter, dan Dexlite Rp20.150 per liter. Pengawasan harga dilakukan guna memastikan tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.
Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna Mauludi mengatakan bahwa kegiatan patroli dan monitoring ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas distribusi energi serta memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai ketersediaan BBM di wilayah hukumnya.
"Hasil monitoring menunjukkan bahwa situasi distribusi BBM di wilayah Kecamatan Tayan Hulu masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kami tidak menemukan adanya indikasi panic buying maupun gangguan distribusi yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat. Polsek Tayan Hulu akan terus melakukan pemantauan secara berkala agar pasokan BBM tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan baik," ujar Iptu Trisna Mauludi.
Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Tayan Hulu juga berdialog dengan petugas SPBU untuk memperoleh informasi mengenai kondisi distribusi serta kendala yang dihadapi di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari sinergi antara kepolisian dan pengelola SPBU dalam menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat serta mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini.
Berdasarkan hasil patroli dan monitoring yang dilakukan, situasi di seluruh SPBU wilayah Kecamatan Tayan Hulu terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan, karena pasokan BBM di wilayah tersebut terus dipantau secara berkelanjutan bersama pihak terkait. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

