Respons Cepat Polsek Beduai, Pengecekan 11 Hotspot Dilakukan untuk Cegah Karhutla


Humas Polres Sanggau - Polsek Beduai bergerak cepat menindaklanjuti terpantauannya 11 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence) medium di wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau. Verifikasi lapangan dilakukan pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.24 WIB sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas.

Pengecekan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan melalui sejumlah aplikasi pendeteksi hotspot, yakni Bongkar, BRIN Fire Hotspot, Sipongi, dan GAC (Geospatial Analytics & Monitoring). Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh personel Polsek Beduai dengan mendatangi seluruh titik koordinat yang terdeteksi guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dari hasil verifikasi, sebelas titik hotspot tersebut tersebar di beberapa dusun di wilayah Desa Sungai Ilai dan Desa Nawang Muda, Kecamatan Beduai. Lokasi yang dilakukan pengecekan meliputi Dusun Batu Karang, Baru Karang, Sungai Goa, Ilai Pejugan, Selabe, Pelinduk, serta Dusun Semayong di Desa Nawang Muda.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh titik hotspot berada pada lahan milik pribadi masyarakat dengan luas berkisar antara 0,4 hingga 0,5 hektare. Lahan tersebut dipersiapkan untuk kegiatan berladang dan akan ditanami komoditas pertanian seperti padi dan jagung sebagai bagian dari aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan verifikasi, personel Polsek Beduai melakukan pengecekan langsung terhadap titik koordinat yang muncul pada sistem pemantauan satelit NOAA-20 dan SNPP. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan warga di sekitar lokasi untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas pembukaan lahan sekaligus memastikan kondisi api di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Petugas memastikan bahwa titik panas yang terpantau tidak berkembang menjadi kebakaran yang dapat mengancam kawasan hutan, lahan produktif, maupun permukiman masyarakat.


Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E. mengatakan bahwa setiap informasi hotspot yang diterima melalui aplikasi pemantauan akan segera diverifikasi di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai kondisi sebenarnya.

“Verifikasi lapangan merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa titik hotspot yang terdeteksi benar-benar telah terkendali. Kehadiran personel di lokasi bertujuan memastikan api telah padam sepenuhnya sehingga tidak memicu kebakaran yang lebih luas. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar setiap aktivitas pembukaan lahan dilakukan dengan penuh tanggung jawab serta tetap mengutamakan keselamatan lingkungan,” ujarnya.

AKP Heri Triyana menambahkan, Polsek Beduai terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat wilayah, tokoh adat, dan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah Kecamatan Beduai tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Selain melakukan pengecekan, personel kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api yang berpotensi meluas. Respons cepat dari masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Melalui kegiatan verifikasi terhadap 11 titik hotspot ini, Polsek Beduai menegaskan komitmennya dalam mengedepankan langkah preventif berbasis teknologi dan tindakan nyata di lapangan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan, meminimalkan risiko terjadinya karhutla, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Postingan terkait: