Humas Polres Sanggau - Sinergi antara Biro SDM Polda Kalimantan Barat dan PTPN IV Region 5 Kebun Kembayan dalam mendukung program ketahanan pangan terus menunjukkan hasil positif. Hal tersebut terlihat melalui pelaksanaan kegiatan ubinan pada lahan demplot jagung yang berlangsung di Afdeling Inti 6, Dusun Tanjung Selong, Desa Mobui, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB itu bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman jagung melalui metode ubinan sebagai dasar perhitungan estimasi hasil panen. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi keberhasilan budidaya jagung yang dikembangkan melalui kolaborasi antara institusi kepolisian dan sektor perkebunan.
Pelaksanaan ubinan dilakukan oleh Tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sanggau yang terdiri dari Dedi Anggriawan dan Ello Vanly Saragih. Kegiatan tersebut turut didampingi Kapolsek Kembayan Iptu Hudson Siahaan, S.H., serta Manajer PTPN IV Region 5 Kebun Kembayan Didi, S.P.
Dalam pelaksanaannya, tim mengambil sampel pada lima titik ubinan yang tersebar di lahan demplot. Setiap titik diukur berdasarkan jumlah tanaman yang dipanen dan berat hasil panennya untuk memperoleh estimasi produktivitas per hektare secara objektif.
Hasil pengukuran menunjukkan titik pertama menghasilkan 34 batang dengan berat 8,96 kilogram atau estimasi produktivitas sekitar 14,336 ton per hektare. Titik kedua menghasilkan 31 batang dengan berat 6,58 kilogram atau sekitar 10,528 ton per hektare.
Sementara itu, titik ketiga mencatat 23 batang dengan berat 6,38 kilogram dengan estimasi hasil 10,208 ton per hektare. Pada titik keempat diperoleh 25 batang dengan berat 6,94 kilogram atau sekitar 11,104 ton per hektare, sedangkan titik kelima menghasilkan 31 batang dengan berat 6,64 kilogram dengan estimasi produktivitas mencapai 10,624 ton per hektare.
Data hasil ubinan tersebut akan menjadi dasar dalam memperkirakan capaian produksi jagung pada lahan demplot sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pola budidaya yang telah diterapkan. Melalui metode ini, produktivitas tanaman dapat diukur secara ilmiah sehingga menjadi acuan dalam pengembangan program ketahanan pangan ke depan.
Kapolsek Kembayan Iptu Hudson Siahaan, S.H. mengatakan bahwa kegiatan ubinan bukan sekadar proses pengukuran hasil panen, tetapi juga menjadi bentuk evaluasi bersama untuk memastikan program pengembangan jagung berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara Biro SDM Polda Kalbar, PTPN IV Region 5, pemerintah, dan para pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Hasil ubinan ini menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan budidaya sekaligus menjadi motivasi agar produktivitas pertanian terus meningkat,” ujar Iptu Hudson Siahaan.
Polsek Kembayan berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga program pertanian produktif tidak hanya menghasilkan panen yang optimal, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

